Hasil RUPSLB MEDCOENERGI dan Laporan Keuangan 1H16

0
991

Jakarta, geoenergi.co.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) dengan dua agenda. Agenda pertama yang disetujui adalah akuisisi 50% saham PT Amman Mineral Investama yang secara tidak langsung akan memiliki 82,2% saham di PT Newmont Nusa Tenggara (“Akuisisi”). Agenda kedua yang disetujui adalah peningkatan modal melalui penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham (“HMETD”).

Akuisisi tersebut akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pemegang saham dengan memberikan akses terhadap fasilitas operasi bertaraf dunia di Batu Hijau dengan cadangan terbukti sebesar 2,6 miliar lbs tembaga dan 2,7 juta ons emas serta akses kedepan terhadap temuan cadangan undeveloped sebesar 12,9 miliar lbs tembaga dan 19,7 juta ons emas. Transaksi ini akan menambah besaran ekuitas dan portofolio investasi Perseroan, dan akan meningkatkan kontribusi pendapatan Perseroan dari sektor selain energi secara material.

Sementara itu, melalui Penawaran Umum Terbatas, Perseroan akan menggalang dana yang kurang lebih setara dengan AS$ 150 juta. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membayar utang jatuh tempo dan untuk mendanai belanja modal. Setelah HMETD, Perusahaan akan memiliki struktur permodalan yang lebih kuat untuk menunjang kegiatannya yang kian berkembang.

Hari ini, Perseroan juga telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2016 (“1H16”), dengan ikhtisar sebagai berikut.

Pencapaian Operasi 1H16

• Volume produksi minyak dan gas sebesar 64 MBOEPD mengalami peningkatan sebesar 29% dibandingkan dengan periode 1H15. Kenaikan tersebut diraih berkat kinerja memuaskan berkelanjutan dari lapangan Senoro-Toili.

• Perusahaan berhasil menurunkan cash costs operasional minyak dan gas per unit sebesar 32% menjadi AS$ 7,6/boe dibandingkan 1H15, atau sudah sejalan dengan target tahun 2016 Perseroan yaitu di bawah AS$ 10/boe.

• Pendapatan 1H16 sebesar AS$ 281 juta dengan harga realisasi minyak rata-rata sebesar AS$ 38,3/bbl dan harga realisasi gas rata-rata sebesar AS$ 4,18/mmbtu.

• Memberikan kontrak EPC (Engineering Procurement and Construction) Block A Aceh kepada JEC untuk membangun fasilitas proyek gas. Produksi gas pertama ditargetkan pada kuartal I 2018.

Pencapaian Finansial 1H16

• Laba kotor sebesar AS$ 107 juta dan laba operasi sebesar AS$ 58 juta. EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization/ Laba Sebelum Biaya Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amotisasi) Perusahaan meningkat 14% dibandingkan periode 1H15 menjadi AS$ 121 juta, dengan kenaikan marjin EBITDA yang mencapai 11% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

• Laba penghasilan dari operasi yang dilanjutkan periode 1H16 tercatat sebesar AS$ 11 juta, dibandingkan dengan rugi bersih sebesar AS$ 31 juta pada 1H15.

• Memperoleh persetujuan pemegang saham untuk rencana akuisisi 50% saham PT Amman Mineral Investama yang akan mengakuisisi 82,2% saham PT Newmont Nusa Tenggara. Transaksi ditargetkan rampung pada Oktober 2016.

• Menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan Japex untuk mengakuisisi hak partisipasi sebesar 16,67% di Blok A Aceh PSC. Transaksi ditargetkan rampung pada Oktober 2016.

• Menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan ConocoPhillips guna mengakuisisi 40% hak partisipasi dan hak pengendalian operator (Operatorship) di South Natuna Sea, Blok B PSC, bersama dengan jaringan transportasi pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS). Transaksi ditargetkan rampung pada November 2016.

• Menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham untuk mendivestasi 100% hak partisipasi di Bawean PSC. Transaksi ditargetkan rampung pada kuartal IV 2016.

• Meraih total dana Rp 2,5 triliun melalui program Obligasi Berkelanjutan IDR. Penawaran obligasi tersebut mengalami kelebihan pemesanan (oversubscribed) sehingga Perusahaan berencana untuk meluncurkan tahap baru dari program ini pada kuartal IV 2016.

Angka guidance untuk biaya operasional dan belanja modal di tahun 2016 tidak mengalami perubahan. Sementara untuk angka produksi satu tahun tidak termasuk dari hasil akuisisi diperkirakan akan sedikit meningkat dari angka 55 – 60 mboepd seperti yang sudah disampaikan sebelumnya.

CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, mengatakan “Di tengah lingkungan industri yang penuh tantangan, MedcoEnergi terus memperbaharui portofolio aset Perseroan. Fokus kami saat ini adalah mensukseskan proses akuisisi ini dan mengintegrasikan mereka ke dalam organisasi kami. Kinerja operasional aset produksi kami terus meningkat sementara pengembangan Blok A Aceh berjalan sesuai jadwal dan di bawah anggaran. ”

Presiden Direktur MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menambahkan sifat strategis dari akuisisi tersebut sejalan dengan ambisi Perseroan untuk menjadi pemain independen terkemuka di sektor sumber daya alam Indonesia. (Pam)

LEAVE A REPLY