Teknologi Nuklir Modern Diperlukan Indonesia

0
1249

Jakarta, geoenergi.co.id – Teknologi energi nuklir modern menjadi topik dalam seminar untuk media, yang diselenggarakan oleh ROSATOM bersama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada 11 Oktober di Russian Center of Science and Culture, Jakarta.

Acara dibuka oleh Perwakilan Rossotrudnichestvo dan Direktur Russian Center of Science and Culture Jakarta Vitaly Glinkin bersama dengan kepala BATAN Djarot S. Wisnubroto.

“Russia merupakan pemimpin di bidang industri nuklir dunia, yang juga mitra tradisional Indoneisa. Oleh Karena itu, kerjasama dari negara kita di bidang penggunaan energi nuklir untuk kebutuhan perdamaian cukup logis. Menurut pendapat saya, hari ini ada potensi besar untuk pelaksanaan proyek-proyek kerjasama baru di daerah ini. Dan saya berharap Indonesia akan mengambil langkah-langkah aktif dalam hal ini,” kata Mr. Glinkin.

Sementara itu menurut Dr. Djarot S. Wisnubroto, Indonesia sangat memerlukan energi nuklir. “Kami melihat bahwa tanpa keputusan untuk membangun pembangkit listrik tenanga nuklir, akan sangat sulit bagi pemerintah untuk mencapai target kapasitas pembangkit listrik baru. Selain itu, tenaga nuklir akan memungkinkan pelaksanaan komitmen yang diambil oleh Indonesia untuk mengurangi emisi CO2 sebesar 30% pada awal 2030, tanpa mengurangi pertumbuhan industri di negara ini. Meskipun memiliki pendapat yang berbeda, Indoneisa telah lama siap untuk tenaga nuklir, kita memiliki sumberdaya manusia dan teknologi yang tepat,” jelas Djarot.

Yarianto Budi Susilo, Direktur dari Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir dari BATAN, membagikan presentasi detil tentang rencana strategis Indonesia dalam pengembangan industri energi nuklir.

Uraian inti dari seminar ini disampaikan oleh Dmitry Somakhin, Profesor dari Russian National Research Nuclear Universsity MEPhI, dimana ia memberikan wawasan luas dalam industri tenaga nuklir di dunia dan di Rusia. Profesor Somakhin mempresentasikan pendekatan utama untuk penyediaan keamanan energi nuklir pada contoh desain reaktor VVER-1200 Rusia.

“Teknologi Nuklir modern itu aman, dan telah terbukti lebih dari 50 tahun bebas kecelakaan dengan reactor VVER yang beroperasi di seluruh dunia – dari luar lingkar Arktik ke ujung selatan India. Baru-baru ini, di Rusia, kami telah menugaskan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama dari generasi 3+ dengan reaktor VVER-1200. Reaktor ini terlindungi dari segala bencana alam yang mungkin, dan tidak hanya memenuhi persyaratan pasca-Fukushima,” Jelas Prof. Samokhin.

Dmitry Samokhin juga membandingkan atom dengan sumber energi lainya, menyimpulkan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir tidak hanya menyediakan pembangkit listrik beban-dasar dengan biaya yang bisa diprediksi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap lingkungan yang lebih hijau.

Menurut Samokhin, selama 60 tahun beroperasi, pembangkit listrik tenaga nuklir yang telah dibangun oleh Rosatom di Rusia dan di negara-negara lainya telah membantu untuk menghindari lebih dari 15 miliar ton emisi CO2, yang kira-kira sesuai dengan volume dari seluruh emisi CO2 dari Tiongkok untuk 2 tahun, atau dari negara-negara Asia lainnya selama 4 tahun.

Sehari sebelumnya, Dmitry Samokhin memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia (UI). Menurut Prof. Dedi Priyadi, Dekan dari Fakultas Teknik UI nuklir adalah teknologi tinggi.
“Teknologi Nuklir yang sangat menarik untuk kita, itu sebabnya hari ini kita mengembangkan kemitraan dnegan Rosatom. Teknologi nuklir akan memungkinkan Indonesia tidak hanya untuk memenuhi permintaan untuk listrik, tetapi juga akan memberikan dorongan yang kuat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan” Kata Prof. Dedi Priyadi.

Presentasi juga dilakukan oleh Dr Arnold Soetrisnanto, Ketua Komisi Teknis Energi, Dewan Riset Nasional dan Dr. Rahmat Salam Arifin Hasan, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah, Kota Tangerang Selatan (Pw).

LEAVE A REPLY