Shell Produksi Pelumas untuk Industri Perkapalan

0
255
Share on Facebook
Tweet on Twitter

Jakarta, www.geoenergi.co.id – Setahun sejak awal pengoperasiannya, pabrik pelumas Shell (Lubricants Oil Blending Plant – LOBP) yang berlokasi di Marunda Center, Bekasi telah mencatat kenaikan produksi lebih dari dua kali lipat. Pabrik ini kini memproduksi tak kurang dari 99 jenis produk pelumas.

Di antara beragam pelumas yang diproduksi saat ini, terdapat pelumas mesin kapal Shell Argina, Shell Gadinia dan Shell Melina. Dua pelumas mesin yaitu Shell Argina dan Shell Gadinia adalah pelumas yang digunakan untuk mesin kapal berukuran kecil hingga sedang, mesin pembantu serta pembangkit listrik statis. Sedangkan, Shell Melina adalah pelumas multifungsi terdepan yang diperuntukan untuk mesin diesel perkapalan berputaran rendah.

Produksi lokal untuk pelumas kapal ini merupakan respon terhadap peningkatan permintaan pelumas perkapalan domestik, seiring dengan berkembangnya sektor maritim di Indonesia. Pertumbuhan sektor ini merupakan dampak dari program tol laut yang dicanangkan Pemerintah Indonesia dan melibatkan pembangunan infrastruktur maritim melalui peningkatan kualitas pelabuhan di seluruh nusantara. Sebagai dukungan terhadap inisiatif ini, Shell Marine menjamin keberlangsungan pasokan dengan mendirikan beberapa pusat pasokan di berbagai pelabuhan utama di Indonesia. Pusat pasokan tersebut bertujuan untuk melayani permintaan perusahaan perkapalan domestik dan internasional kapanpun dan dimanapun mereka membutuhkannya.

Pabrik pelumas Shell juga menambah beragam varian baru dari merek pelumas terkemuka, seperti varian-varian baru dari Shell Helix (pelumas mesin mobil), Shell Advance (pelumas mesin motor), Shell Rimula (pelumas mesin kendaraan berat), Shell Spirax (pelumas transmisi) dan Shell Tellus (pelumas hidraulik). Beragam varian tersebut dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan populasi kendaraan di Indonesia yang terus tumbuh serta perkembangan pesat di berbagai sektor industri andalan seperti konstruksi, pembangkit listrik dan pertambangan.

Pabrik ini juga memungkinkan Shell untuk melakukan transisi dari mengimpor produk pelumas secara ekslusif dari luar negeri menjadi memproduksi secara lokal sebagian besar produk pelumasnya. Kini, hampir 70% dari total produk pelumas Shell di Indonesia adalah “Buatan Indonesia”. Beragam produk tersebut dihasilkan oleh fasilitas yang sepenuhnya otomatis dan didukung oleh para operator Indonesia terlatih yang merupakan bagian dari jaringan rantai pasokan LOBP global. Kualitas produk Shell terjamin melalui proses uji berkala di laboratorium kelas dunia yang berada di pabrik.

“Kami senang dengan perkembangan yang kami capai dalam satu tahun pabrik ini beroperasi di Indonesia. Kemampuan lokal ini memungkinkan kami untuk lebih dekat dengan para konsumen serta lebih responsif terhadap permintaan pasar, termasuk permintaan pelumas perkapalan . Pabrik ini juga memungkinkan kami mengembangkan jangkauan bisnis dan memenuhi kebutuhan konsumen kami di Indonesia Timur, khususnya di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Ambon dan Papua,” kata Alex Marpaung, Lubricants Supply Chain Manager Indonesia.

Dari segi keselamatan, pabrik pelumas Shell ini juga memiliki rekam jejak yang baik. Dengan beragam sistem yang tepat dan pelatihan terus menerus untuk membentuk budaya sadar keselamatan di antara para karyawan, pabrik ini dapat mencapai tingkat keselamatan yang tinggi. Sejak awal pembangunan pada Oktober 2012 hingga sekarang pabrik ini telah mencapai kinerja keselamatan yang memuaskan tanpa catatan kecelakaan.

Pabrik Pelumas Shell Marunda bekerjasama dengan Pusdakota (Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan) dari Universitas Surabaya dalam penyelenggaraan program DESA BERSEMI (Bersih, Sehat, Mandiri) dengan dua desa di sekitar wilayah pabrik yaitu Segaramakmur dan Pantaimakmur.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan inisiatif masyarakat untuk melakukan kegiatan membangun pemukiman yang bersih, sehat, ramah lingkungan dan produktif. Selain itu, program ini melatih masyarakat di dua desa tersebut dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan bersama, seperti membuat kompos dari sampah di sekitar mereka, membangun rumah kompos, mendirikan bank sampah yang memungkinkan warga menukar sampahnya dengan sejumlah uang yang akan disimpan di tabungan mereka, menumbuhkan tanaman obat dan sayuran; dan membuat kerajinan tangan dari sampah. Hingga kini, program ini telah berhasil melatih 60 kader di dua desa, meningkat dua kali lipat dari jumlah awal pada Desember 2015.

LEAVE A REPLY