PLN Perbaiki Infrastruktur Kelistrikan Akibat Banjir di Bima

0
835
foto: istimewa

Bima, geoenergi.co.id – Pasca banjir yang menerjang Bima pada Rabu (21/12) menimbulkan kerusakan pada infrastruktur kelistrikan milik PLN. PLN langsung berupaya melakukan pemulihan pasokan listrik ke wilayah Kabupaten dan Kota Bima yang diterjang Banjir.

Banjir yang terjadi menyebabkan PLTD Bima berkapasitas 4,5 MW dan Gardu Induk Bima terendam. Selain itu, besarnya arus banjir juga merobohkan 4 tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM). Akibatnya pasokan listrik di Bima terganggu dan sekitar 36 ribu pelanggan PLN Rayon Bima Kota terpaksa tidak bisa menikmati aliran listrik.

“Kami berusaha semaksimal mungkin melakukan perbaikan demi pemulihan pasokan listrik di lokasi terdampak banjir, untuk saat inj beberapa wilayah memang sulit dijangkau, namun hal tersebut tidak memupuskan kami untuk segera melakukan perbaikan. Diharapkan hari ini sebagian sudah bisa menyala, dan dalam dua sampai tiga hari ke depan pasokan daya berangsur pulih,” ujar General Manager PLN Wilayah NTB, Karyawan Aji.

Untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik, PLN melibatkan sekitar 50 teknisi dan Tim Pekerjaan dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang didatangkan langsung dari Mataram dan Sumbawa. .

Aji menambahkan, untuk kondisi PLTD Ni’u yang memasok ke Bima beroperasi normal, namun karena jaringan belum bisa digunakan, sekarang hanya disalurkan ke Wilayah Woha dan Dompu, untuk ke Kota Bima belum bisa.

“Saat ini, kami juga sedang mapping kondisi di sana, karena hingga saat ini komunikasi pun masih sulit. Tim pemulihan dan peralatan terus ditambah sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Sebagai penanganan jangka pendek, PLN juga telah mengirim 8 genset dengan total kapasitas 40 kWh pada Selasa malam.

Selain itu, PLN juga telah mengirimkan bantuan bagi korban bencana banjir berupa makanan instan, fasilitas memasak, tikar, selimut, pakaian, obat-obatan, tenda, perahu karet dan mck portable.PLN juga terus mendata bantuan yang mungkin dibutuhkan bagi para korban banjir.

LEAVE A REPLY