Pemprov Jateng Akan Bangun Iradiator Gamma

0
865
foto: istimewa

Semarang, geoenergi.co.id – Hasil pertanian, peternakan dan perikanan Indonesia beragam dan melimpah untuk bahan pangan dan obat-obatan. Pertumbuhan industri alat medis, farmasi, herbal, kosmetik, produk kelautan, dan bahan pangan sangat pesat, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang terus meningkat.

Sterilisasi dan pengawetan dengan memanfaatkan Iradiator Gamma dapat menjadi solusi pengolahan pascapanen yang aman dan efisien. Sinar gamma mempunyai daya tembus tinggi dan dapat mencapai titik target terdalam pada produk. Selain terbukti aman, keunggulan sterilisasi dan pengawetan radiasi sinar gamma adalah prosesnya sederhana yakni pada temperatur kamar, sehingga bentuk dan warna produk tidak berubah. Karena prosesnya tidak memakai bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan, sehingga tidak meninggalkan residu dan bahan kimia beracun pada produk.

Demikian hal-hal yang terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) Iradiator Gamma yang diselenggarakan di Wisma Perdamaian, Tugu Muda, Semarang, beberapa hari lalu.

FGD yang mengangkat tema “Kemampuan teknogi Iradiator Sinar gamma dalam menghasilkan produk-produk pangan, mendekontaminasi bahan makanan sterilisasi alat-alat kesehatan secara efektif” ini terlaksana atas kerjasama PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (PT SPJT) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Penyelenggaraan FGD ini merupakan salah satu tahapan sebelum memutuskan untuk membangun sebuah Iradiator Gamma. Mengingat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) berencana akan membangun Iradiator Gamma untuk mendukung industri yang menghasilkan produk-produk pangan, obat dan alat kesehatan, serta produk pascapanen khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Direktur Utama PT SPJT Krisdiani Syamsi, dengan penyelenggaraan FGD ini diharapkan ada sepemahaman dimana teknologi yang sudah dikembangkan oleh BATAN disesuaikan dengan regulasi-regulasi yang ada, dan semoga dapat sesuai dengan kebutuhan industri pemakai. “Jadi paling tidak sinar gamma itu menjadi alternatif untuk sterilisasi dan pengawetan makanan,” kata Krisdiani dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto dalam sambutannya menyambut baik terselenggaranya FGD ini, karena untuk memperkenalkan apa itu iradiator. “Sesuatu yang mungkin bagi sebagian masyarakat Indonesia tidak tahu apa itu sinar gamma dan manfaatnya dan apa itu iradiator,” ungkap Djarot.

Sebagai lembaga yang bertugas melakukan litbang teknologi nuklir, BATAN memperkenalkan aplikasi teknologi nuklir di bidang sterilisasi dan pengawetan bahan pangan dengan menggunakan Iradiator Gamma. Iradiator Gamma merupakan fasilitas radiasi dengan sumber radiasi sinar gamma terkendali yang dapat digunakan untuk proses sterilisasi dan dekontaminasi bahan dari bakteri, jamur, kuman, dan serangga.

Pertumbuhan industri alat medis, farmasi, herbal, kosmetik, produk kelautan, dan bahan pangan sangat pesat seiring semakin meningkatnya populasi penduduk dunia termasuk Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk dapat memproduksi bahan-bahan tersebut dengan aman, baik untuk konsumsi maupun bahan obat perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Pasokan bahan pangan dan obat dapat ditingkatkan dengan menekan kerugian akibat busuk atau rusak yang bisa mencapai 60-70% pada kondisi tropis. (pam)

LEAVE A REPLY