Shell Argina Generasi Terbaru: Pelumas yang  Membantu Penghematan di Sektor Tenaga Listrik

0
1282

Bali, geoenergi.co.id – Shell Lubricants, produsen pelumas nomer satu dunia memperkenalkan produk pelumas terbarunya, “Next Generation Shell Argina Series” , rangkaian pelumas mesin trunk piston yang digunakan di industri listrik Indonesia. Pengenalan perdana produk pelumas terbaru ini berlangsung di hadapan para pelaku bisnis di sektor tenaga listrik pada hari ketiga, (18/05) dalam rangkain acara Shell Lubricants Technology Week  2017 yang berlangsung di Bali.
 
Mengusung tema forum kali ini, “ Unlocking Your Efficiency – Lowering Your Total Cost of Ownership”, rangkaian pelumas Shell Argina ini diyakini dapat membantu menurunkan biaya perawatan mesin dengan memperpanjang masa penggantian dan menjaga kebersihan mesin. Beberapa keunggulan produk ini meliputi base number atau kadar basa yang lebih tinggi dari standar industri sehingga mengurangi kebutuhan konsumsi pelumas, pengendalian terhadap endapan dan resistensi terhadap oksidasi sehingga mesin tetap awet dan berfungsi lebih lama.
 
Listrik merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat. Sejalan dengan meningkatnya populasi, hal ini telah memberikan tantangan lebih besar kepada pelaku di industri listrik untuk mencapai dan mempertahankan kehandalan operasi. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan memastikan bahwa peralatan/mesin bekerja optimal, efisien dan terhindar dari downtime yang akan menyebabkan biaya tinggi bahkan penalti. Sayangnya  hingga kini, banyak perusahaan yang mengabaikan potensi penghematan yang dapat diperoleh dari manajemen pelumas yang tepat untuk usaha mereka. 
 
Dian Andyasuri, Director of Lubricants,  Shell  Indonesia mengatakan, “Melalui acara ini kami ingin menyampaikan kembali dukungan kami terhadap rencana strategis pemerintah dalam proyek listrik 35,000 MW. Kami siap bermitra dan membantu memberikan solusi yang menyeluruh terhadap manajemen pelumas yang terbaik. Salah satunya melalui penggunaan produk pelumas Shell Argina yang diproduksi di pabrik kami di Marunda dan telah mendapatkan sertifikat jaminan mutu ISO 9001 serta tersedia dalam bentuk kemasan drum dan juga bulk. Hal ini tentunya akan mendukung keandalan kualitas dan kecepatan pasokan kami ke seluruh wilayah Indonesia.”
 
Bambang Wahyudi, EVP Technical Shell Indonesia menambahkan bahwa dalam sebuah studi yang dilakukan Shell Lubricants[i][1] pada tahun 2015 di delapan  negara di Asia, Eropa dan Amerika, ditemukan fakta bahwa dalam tiga tahun terakhir, 60% perusahaan mengaku mengalami downtime yang tidak terencana disebabkan oleh pemilihan atau pengelolaan pelumas yang salah. Sebagai dampaknya, 20% perusahaan menyatakan bahwa kerugian biaya telah melampaui $1 juta.   
 
Dalam riset tersebut, terungkap bahwa ada dua hambatan utama dari upaya mereka meraih penghematan yaitu, minimnya keahlian karyawan dan kurangnya proses pelatihan. Sebanyak 59% menyatakan bahwa mereka tidak melakukan pelatihan staf sebanyak yang dibutuhkan dan hanya 43% perusahaan saja yang memiliki prosedur yang tepat untuk pengelolaan pelumas secara efektif. Selain itu, hanya setengah dari perusahaan yang disurvei (52%) yang memahami bagaimana manajemen pelumasan dapat membantu mengurangi biaya pemeliharaan dan 41% responden memahami bagaimana pelumas dapat menghemat biaya melalui perlindungan mesin dari ke-ausan yang lebih baik.
 
“Untuk itu, prioritas kami adalah bagaimana kami dapat membantu menurunkan Total Cost of Ownership pelanggan dengan cara mengelola pelumas yang memiliki biaya 5% untuk mendapatkan manfaat penghematan 30% atau lebih. Kami satu-satunya mitra pelumas yang memiliki layanan teknis lengkap dan tim yang handal yang siap turun ke lapangan terutama dengan layanan Shell LubeCoach kami yang memberikan pelatihan on-site di lokasi pelanggan untuk memastikan pemahaman, aplikasi dan penyimpanan pelumas yang tepat,” kata Bambang.
 
Di Indonesia, kerjasama antara Shell Lubricants Indonesia dan PT Berkat Bima Sentana PLTD Belawan120 MW,  PLTD terbesar wilayah Sumatra bagian utara telah mampu meningkatkan penghematan hingga Rp 2,8 Milyar pertahun dengan penggunaan pelumas Shell Argina S4 40  selama 3 tahun. Penghematan biaya pemeliharan ini tercapai melalui penggunaan layanan teknis Shell LubeCoach dan Shell LubeVideocheck yang dapat memberikan rekomendasi produk dan konsumsi terbaik sehingga dapat memperpanjang  umur pelumas sampai dengan 16,000 jam atau 1.25x pembangkit pada umumnya, tingkat konsumsi yang lebih irit dan kebersihan komponen mesin.
 
“Kami bermitra dengan Shell karena Shell direkomendasikan oleh OEM, memiliki referensi kuat dari pembangkit lain dan membantu problem solving di lapangan dengan respon yang cepat,” ungkap Tarsan Salim, GM PT Berkat Bima Sentana.
 
Pada acara ini, Shell juga menandai penyelenggaraan kedua kalinya, Shell Scholarship program yang merupakan bagian dari program investasi sosial dan bentuk kepedulian Shell Lubricants terhadap pendidikan, terutama di bidang ilmu pengetahuan alam (science) dan teknologi. Pada kesempatan kali ini, beasiswa diberikan kepada para mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM)  dan Politeknik Balikpapan. Untuk sektor kelistrikan, beasiswa diberikan kepada Steven Claudio (ITB) dan Agam Dridaya (UGM).
 
Dian mengatakan, “Kami senang dan bangga dapat merangkul anak-anak muda Indonesia yang berprestasi. Mereka sangat antusias, siap berkontribusi memberikan yang terbaik untuk sektor tenaga listrik di masa yang akan datang.” (Pam)

LEAVE A REPLY