Posko Nasional ESDM Jaga Ketersediaan Energi Selama Lebaran

0
214

Jakarta, geoenergi.co.id – Untuk memberikan kenyamanan dalam hal kebutuhan energi selama merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 H tahun 2017, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) ditunjuk oleh Kementerian ESDM untuk menjadi koordinator. Karena itu pada hari Senin (5/6) Posko Nasional ESDM untuk Hari Raya Idul Fitri 1438 H/Tahun 2017 diresmikan. Acara peresmian di kantor BPH Migas, Kapten Tendean, Jakarta Selatan. BPH Migas ditunjuk menjadi koordinator posko nasional tersebut.

Pembukaan Posko Nasional tersebut sesuai dengan Instruksi Menteri ESDM tanggal 29 Mei 2017. BPH Migas tidak hanya mengkoordinasikan penyediaan dan pendistribusian BBM namun juga mengkoordinasikan seluruh sektor ESDM lainnya, antara lain PLN, Pertamina. PGN, dan Badan Geologi terkait penanganan bencana.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa saat konferensi pers menyebutkan, lembaganya akan menjadi koordinator dari posko nasional sektor ESDM dalam menyambut momen Lebaran tahun ini.

“Kami tak hanya masalah penyediaan dan distribusi BBM sebelum dan setelah Idul Fitri, tetapi juga kesiapan listrik PLN, kesiapan BBG yang ada terlibat Pertamina dan PGN, kemudian kesiapan elpiji tiga kilo, sampai dengan kesiapan terhadap bencana,” tegas Fanshurullah.

Disebutkan Fanshurullah bahwa tim inti Posko Nasional ESDM terdiri dari Kementerian ESDM, BPH Migas, Badan Geologi, PLN, Pertamina, PGN, Pertagas Niaga, AKR Corporindo, Shell Indonesia, dan Total Oil Indonesia. Posko ini akan dimulai sejak 10 Juni 2017 sampai dengan 11 Juli 2017.

BPH Migas sebagai koordinator posko ini akan menyediakan ruangan khusus di lantai 5 kantornya sebagai tempat pengendalian dan pemantauan secara real time dan video conference dari berbagai titik kritis di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut dilakukan guna memastikan selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri.

Fanshurullah menegaskan pihak Pemerintah tidak ingin kejadian seperti Brebes Exit (Brexit) tahun 2016 terulang kembali.

“Kita tidak ingin terjadi kembali kejadian di tahun 2016. Kita tidak mampu antisipasi yang terjadi di Brexit itu. Kemacetan yang sangat kuar biasa sehingga terjadi kelangkaan BBM yang harus menyuplai ke kendaraan sehingga menimbulkan spekulan BBM saat itu di sana” jelasnya.

Oleh sebab itu lanjut Fanshurullah, koordinasi dari Posko Nasional ESDM akan dilakukan setiap minggu pada setiap hari Senin pukul 13.00. Selain itu setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu direncanakan dilakukan kunjungan dan pemantauan ke lapangan untuk melakukan preventive action dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

Dalam acara peluncuran Posko Nasional ESDM ini pula dijelaskan ketahanan stok bahan bakar nasional, untuk Pertamina siap dengan ketahanan stok Solar atau Biosolar selama 28 hari, Premium (22 hari), Pertalite (22 hari), Pertamax (22 hari), Pertamax Turbo (24 hari), Pertadex (25 hari), Kerosene (68 hari), Avtur (24 hari), dan LPG (14 hari).

Sementara rata-rata ketahanan stok nasional harian PT AKR Corporindo Tbk mencapai 32 hari untuk Minyak Solar (AKRASOL), dan 164 hari untuk Bensin RON 92 (AKRA 92). (Pam)

LEAVE A REPLY