Teknologi Nuklir untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia

0
143

Vienna, geoenergi.co.id – Menteri Ristek Dikti Republik Indonesia, Moh. Nasir menyampaikan kesuksesan Indonesia dalam memanfaatkan teknologi nuklir dalam presentasinya pada konferensi internasional yang digelar oleh badan tenaga atom internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA) di Vienna Austria, beberapa waktu lalu. Gelaran konferensi yang sekaligus memperingati hari jadinya IAEA yang ke-60 ini, Moh. Nasir mengatakan, melalui program kerja sama teknis dengan IAEA, Indonesia telah sukses memanfaatkan teknologi nuklir di bidang pertanian, kesehatan, industri, lingkungan, energi nuklir, dan infrastruktur pengawas.

“Yang paling menonjol capaian Indonesia adalah, luas lahan sawah yang sudah menggunakan padi varietas BATAN sudah mencapai 3 juta hektar,” ujarnya.

Indonesia telah bergabung dengan program kerja sama teknik IAEA sejak tahun 1959 diawali kegiatan pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Bagi Indonesia menurut Moh. Nasir, akan terus memanfaatkan program kerja sama teknik IAEA untuk mencapai tujuan pembangunan nasional dan Sustainable Development Goals (SDG) yang memfokuskan pada peningkatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas hidup dan kesehatan, peningkatan penguasaan iptek dan teknologi aplikasi industri, peningkatan ketahanan energi, dan mendukung kelestarian dalam upaya mitigasi perubahan iklim global.

Menurut Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto, keikutsertaan Indonesia dalam konferensi internasional ini mengusung tema nuklir untuk kesejahteraan. “Bahwa teknologi nuklir dapat membantu kemandirian pangan, memperkuat sistem kesehatan kita dan kelak berdaulat dalam energi,” kata Djarot.

Di masa mendatang, Djarot berharap, Indonesia bukan sekedar sebagai penerima bantuan teknologi, namun bisa berperan sebagai pemberi teknologi. “Kita ingin membantu pemerintah dalam memperluas jejaring dan memperkuat diplomasi Indonesia,” tambahnya.

Melihat kondisi ini, Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano, menyampaikan penghargaan kepada Indonesia yang telah berpartisipasi pada program kerja sama teknik IAEA dan berharap hal ini terus dilanjutkan. Selain itu, Yukiya Amano juga berharap kepada Indonesia yang telah menjadi negara anggota IAEA terus memberikan dukungan penuh kepada IAEA dan sebagai salah satu negara collaborating center di kawasan Asia Pasifik. Hal ini berarti Indonesia telah membantu IAEA dalam melakukan diseminasi teknologi nuklir kepada negara-negara di kawasan regional Asia Pasifik.

LEAVE A REPLY