Wamen ESDM : Cari Kebenaran Jangan Pembenaran di CAT Watuputih

0
626

Jakarta, geoenergi.co.id – Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar menekankan kepada semua pihak terkait agar dalam menyelesaikan permasalahan Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih, Rembang, Provinsi Jawa Tengah jangan mencari pembenaran untuk kepentingan pribadi dan golongannya. “Mari kita saling terbuka dan bertukar informasi, jangan mencari pembenaran untuk kepentingannya masing-masing tapi carilah kebenaran,” ujar Arcandra dalam Rapat Besar Badan Geologi Kementerian ESDM dengan Stakeholder terkait Hidrogeologi Karst Watuputih, Jumat (9/6).

Untuk mendapatkan kebenaran maka semua pihak harus saling terbuka menerima pendapat dari semua pihak.” Saya mengundang semua pihak untuk terlibat dalam kajian ini CAT Watuputih, dan saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat didalamnya semoga kita dapat menghasilkan keputusan yang terbaik untuk semuanya,” tambah Arcandra.

Dalam rapat Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial memaparkan kondisi kegeologian wilayah CAT Watuputih, hidrogeologi dan geofisika. Sedangkan Tim Badan Geologi memaparkan 3 hal utama, yang diawali dengan paparan umum terkait tujuan kajian komprehensif, lokasi kajian, Personil, data dan informasi dari stakeholder, dan time table (capaian tahap 1 dan rencana tindak lanjut tahap 2). “Seluruh peserta rapat yang hadir sepakat untuk berbagi data dan menyetujui dan mengapresiasi metodologi kajian komprehensif yang disampaikan Badan Geologi,” ujar Ego.

Rapat Besar antara Badan Geologi dengan stakeholder Hidrogeologi Karst Watuputih merupakan bagian dari upaya Kementerian ESDM cq. Badan Geologi untuk mencari penyelasaian permasalahan CAT Watuputih. Rapat yang dipimpin langsung Wakil Menteri ESDM ini, menghadirkan hampir seluruh kalangan. Dari internal Kementerian ESDM hadir Dirjen Minerba, Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik, Staf Khusus Bidang Tata Kelola dan Kelembagaan, Tenaga Ahli Bidang Kebencanaan, dan Tenaga Ahli Bidang Organisasi dan Kelembagaan.

Sedangkan dari luar Kementerian ESDM hadir, Bupati Rembang, Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis, Kantor Sekretariat Presiden, perwakilan dari Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, KLHK, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka, Kementerian Perindustrian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah.

Dari kalangan akademisi, industry asosiasi dan lembaga swadaya masyarakat hadir, perwakilan dari UPN “Veteran” Yogyakarta, UGM Yogyakarta, UNDIP Semarang, ITB Bandung, dan Dekan FTG UNPAD Bandung, PT Semen Indonesia, IAGI, MGEI, dan PAAI, Pusat Studi Karst UGM, serta Pecinta lingkungan: Koalisi Kendeng Lestari, WALHI,JMPPK, ASC dan ISS. (esdm/pam/foto:humas esdm)

LEAVE A REPLY