Eco Outbound Sahabat Mangrove Belajar Mengenal Mangrove Sambil Berpetualang

0
861

 

Indramayu, geoenergi.co.id – Pertamina Refinery Unit VI Balongan, terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat pesisir dalam melestarikan lingkungan. Berbagai aktivitas dikembangkan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat di kawasan Karangsong, Indramayu. Salah satunya Eco Outbond Sahabat Mangrove, yakni kegiatan edukasi mangrove bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD), yang diikuti sekitar 80 siswa dan guru pada hari Minggu (30/7) lalu.

Peserta merupakan perwakilan dari empat ‘Sekolah Mangrove’ yang ada di Kecamatan Indramayu, yakni, SDN Pabean Udik II, SDN Pabean Udik III, SDN Karangsong II dan SDN Karangsong III. Sekolah Mangrove merupakan sekolah yang telah menerapkan pelajaran Ekstrakulikuler Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove.

Head of Communication and Relation Pertamina RU VI Balongan Rustam Aji mengatakan Acara Eco Outbound Sahabat Mangrove memasilitasi siswa dan guru untuk melakukan pengenalan areal arboretum mangrove, yang dikemas melalui kegiatan tour guide dan sesi petualang cilik. “Dengan kegiatan ini, diharapkan semakin memperkaya pengetahuan anak-anak tentang keragaman jenis tanaman mangrove yang memiliki banyak manfaat seperti penahan abrasi, menghidupkan ekosistem mangrove, serta penyerap karbon yang mampu mengurangi pemanasan global,”jelas Rustam.

pertamina-ajak-siswa-sd-belajar-mengenal-mangrove

Anak-anak yang selama ini mengenal mangrove lewat gambar, buku pengetahuan dan kegiatan pembibitan dalam pelajaran Ekstrakulikuler Tematik Mangrove, bisa melihat langsung 29 jenis mangrove yang ditanam di ‘laboratorium alam’ Arboretum Mangrove seluas 2 hektar. Mereka juga bisa melihat 38 jenis spesies burung yang mencari makan, berkembang biak atau bersitirahat disana. Arboretum Mangrove merupakan pusat pembelajaran keanekaragaman hayati dan budidaya mangrove yang dibangun pada Desember 2016.

“Agar tidak membosankan, kami mengemas Eco Outbond Sahabat Mangrove dengan sesi petualang cilik, dimana ada beragam permainan yang berkaitan dengan mangrove yang dikompetisikan antar kelompok,”tambah Rustam.

Program Eco Outbond Sahabat Mangrove ini merupakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan, yang mengawinkan antara program pelestarian lingkungan dan pendidikan. Upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan Pertamina dengan mendukung pembangunan Arboretum Mangrove dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lapangan, bagi siswa ‘Sekolah Mangrove’.

Pembentukan ‘Sekolah Mangrove’ diawali dengan penerapan pelajaran ekstrakulikuler tentang tanaman bakau yang diinisiasi Pertamina bekerja sama dengan mahasiswa KKN-PPM UGM pada Juli – September 2016. Awalnya ‘Sekolah Mangrove’ diterapkan di 3 Sekolah Dasar di kawasan Karangsong, dan kini sudah diadopsi 11 sekolah di Karangsong dan Pabean Udik.

Kegiatan ekstrakulikuler tematik mengajarkan tentang pengetahuan mangrove, cinta lingkungan pesisir, manfaat hutan mangrove, serta kampanye lingkungan hidup sejak dini kepada anak-anak kelas 4 hingga 6 SD. Kegiatan dilanjutkan dengan pembibitan mangrove di masing-masing sekolah. Bibit tersebut kemudian ditanam langsung anak-anak di kawasan Pantai Karangsong agar mereka mengetahui siklus hidup mangrove melalui praktek langsung.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan kawasan Karangsong tak hanya dikenal dengan ekowisata mangrove saja, tetapi juga melahirkan generasi pencinta lingkungan yang ditempa dengan berbagai kegiatan. Mulai dari pelajaran ekstrakulikuler tematik mangrove, praktek pembibitan dan penanaman, kunjungan ke ekowisata mangrove dan studi alam di arboretum mangrove. (pam)

LEAVE A REPLY