NTB Minati Program Nuklir untuk Energi

0
161
(ka-ki) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi

Mataram, geoenergi.co.id – Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto melakukan pertemuan dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi di ruang kerja Gubernur, Rabu (02/08). Pertemuan ini berawal dari gagasan salah seorang anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Kurtubi. Dalam setiap rapat dengar pendapat antara Komisi VII DPR-RI dengan pimpinan lembaga, Kurtubi selalu menyuarakan tentang ketahanan energi nasional, yang menurutnya akan mengalami kekurangan di masa mendatang bila hanya mengandalkan sumber energi berasal dari fosil.

Menurut Djarot melalui pesan singkatnya, Gubernur NTB menyambut baik pertemuan ini dan sangat mendukung bila kelak akan dilakukan prastudi kelayakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di wilayah NTB bila diperlukan.

“Pak Gubernur NTB sangat antusias untuk dilakukan pra feasibility study dan feasibiity study PLTN yang dibarengi dengan sosialisasi iptek nuklir di NTB,” kata Djarot.

Untuk merealisasikan hal ini, BATAN dan Pemerintah Daerah NTB akan mempererat kerjasama khususnya dalam melaksanakan pra feasibility study PLTN dengan membentuk tim kecil yang melibatkan kedua institusi tersebut.

Selain membahas soal energi, pada pertemuan tersebut juga dibahas aplikasi teknologi nuklir di bidang lainnya. Beberapa hasil litbang BATAN ternyata sudah diimplementasikan di wilayah NTB, misalnya di bidang pertanian, peternakan, dan lingkungan.

“Teknologi nuklir sudah dipakai di NTB, yaitu telah ditanam beberapa varietas yang dihasilkan oleh BATAN diantaranya padi, kedelai, shorgum, dan kapas. Selain itu juga di bidang peternakan terkait dengan teknologi pakan ternak serta pencarian air tanah,” lanjut Djarot.

Dalam hal pemanfaatan teknologi nuklir di daerah, Djarot berharap adanya dukungan total dari daerah-daerah di seluruh Indonesia, agar program nuklir bukan seolah-olah menjadi program BATAN saja, namun menjadi program nasional.

LEAVE A REPLY