Wamen ESDM Resmikan Pabrik Valve

0
249
foto: Humas ESDM

Serang, geoenergi.co.id – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, hari, Selasa (15/8), meresmikan pabrik valve PT. Teknologi Rekayasa Katup (TRK) di Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Peresmian tersebut sebagai bentuk dukungan Pemerintah dalam mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) khususnya di sektor energi.

“Semangat kita memajukan industri dalam negeri itu bukan hanya sebagai slogan. Kita harus mendukung apa yang dinamakan lokal konten,” kata Wamen Arcandra dalam sambutannya sebelum peresmian dan penandatanganan prasasti.

Pemerintah, imbuh Arcandra, membuat dua mekanisme dalam menetapkan pengembangan manufaktur industri migas. Pertama, dari segi teknik, spesifikasinya harus memenuhi standar yang dibutuhkan oleh industri. Kedua, harga produk harus kompetitif sehingga sanggup bersaing di pasar. “Kalau dua hal itu kita bisa penuhi, kemanapun industri atau manufacturing bisa masuk, dan tugas pemerintah juga lebih mudah. Karena mendorong industri yang tidak efisien itu akan susah,” tegas Wamen ESDM.

Dukungan tersebut sekaligus mensinergikan sistem fiskal gross split yang telah diperkenalkan sebelumnya. “Kita ada insentif, yang utama di gross split. Kalau dia bisa menggunakan produksi dalam negeri di atas 30 persen sampai 50 persen dia dikasih (insentif) dua persen dari gross revenue. Di atas 70 persen mendapat empat persen di atas gross revenue,” jelas Wamen Arcandra.

Wamen Arcandra berharap keberadaan PT. Teknologi Rekayasa Katup sanggup menjadi pioner dalam pengembangan industri terutama di sektor hulu migas. “Kita berharap juga PT Teknologi Rekayasa Katup ini akan membuka jalan bagi industri-industri turunannya sehingga bisa bersinergi,” harap Wamen ESDM.

PT. Teknologi Rekayasa Katup yang didirikan pada tahun 2015, dan mulai beroperasi pada tahun 2016 ini memproduksi valve yang merupakan komponen yang sangat penting untuk kelancaran operasional di sub sektor Migas, Panas Bumi dan Petrokimia.

Produk valve PT. Teknologi Rekayasa Katup telah diproduksi 100% di Indonesia, dengan tenaga ahli Indonesia dan telah mendapat sertifikasi dari American Petroleum Institute (API), yaitu API Q1 Quality Management System dan API6D Specification for Pipeline Valves.

Pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasi penanaman investasi pada kegiatan usaha hulu migas. Adanya peningkatan investasi ini, pada akhirnya akan memberikan multiplier effect yang dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

“Kalau kita bisa mendorong ini dan menggantikan produksi dalam negeri artinya itu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita. Efeknya itu bisa dua kali lipat karena mengurangi import dan menggantikan dengan produksi. Itu artinya menaikkan pertumbuhan secara dua kali lipat,” tutup Wamen Arcandra. (pam)

LEAVE A REPLY