GROUND BREAKING PROYEK PLTU JAWA 4 JEPARA

0
842
ilustrasi

Jepara, geoenergi.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Kamis (31/8), melakukan ground breaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 4 di Jepara, Provinsi Jawa Tengah. PLTU Jawa 4 merupakan bagian dari proyek ketenagalistrikan 35.000 MW.

Ground breaking ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap listrik dan menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

PLTU Jawa 4 atau PLTU Tanjung Jati B Unit 5 & 6 ini, memiliki kapasitas 2 x 1.000 MW, dan lokasinya berdekatan dengan PLTU Tanjung Jati B Unit 1, 2, 3 & 4, dengan kapasitas 4×660 MW.

Financial Closing proyek PLTU Jawa 4 telah dilaksanakan pada 31 Maret 2017. Jangka waktu konstruksi PLTU Jawa 4 diperkirakan memakan waktu 54 bulan, dengan rencana Commercial Operation Date (COD) Unit 5 pada Mei 2021 dan Unit 6 pada September 2021. Apabila dapat beroperasi sesuai rencana, maka kawasan PLTU Tanjung Jati B akan menjadi salah satu fasilitas PLTU terbesar di Asia.

Dengan penambahan kapasitas sebesar 2.000 MW dari PLTU Jawa 4, maka total kapasitas di kawasan PLTU Tanjung Jati akan menjadi 4.640 MW dan sangat strategis dalam menopang sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali.

Proyek pembangunan PLTU Jawa 4 dilaksanakan oleh konsorsium PT. Bhumi Jati Power yang terdiri dari Sumitomo Corp (50%), Kansai Electric (25%), dan PT United Tractors Tbk (25%) dengan nilai investasi sekitar USD 4 miliar. Pelaksanaan proyek dilakukan dengan skema Build, Operate and Transfer (BOT) dengan off taker PT. PLN (Persero). Perjanjian Jual Beli Listrik telah dilaksanakan pada 21 Desember 2015 dengan jangka waktu 25 tahun setelah operasi komersial proyek.

PLTU Jawa 4 mengadopsi Teknologi Ultra Super-Critical (USC) dengan Tekanan Uap utama sebesar 26 Mpa dan suhu 605 derajat. Sebagai hasil dari teknologi USC, pembakaran akan lebih efisien karena material dikonversikan dengan panas dan tekanan yang lebih tinggi. Pada kondisi ini, CO2 dan emisi gas lainnya akan berkurang akibat turunnya konsumsi batu bara.

Proyek PLTU Jawa 4 akan memberi manfaat langsung kepada masyarakat, di antaranya melalui penyediaan lapangan kerja maupun lapangan usaha bagi masyarakat sekitar. Dukungan dari PLTU Jawa 4, Gubernur Jawa Tengah, dan Bupati Jepara pun diperlukan untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja dan mendorong masyarakat agar dapat mendukung dan berpartisipasi.

Sebagai perlindungan serta pemberdayaan terhadap tenaga kerja setempat, Kementerian ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 46 Tahun 2017 tentang Standardisasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pemberlakuan standar kompetensi sangat dibutuhkan untuk mewujudkan keselamatan ketenagalistrikan. Dengan memiliki sertifikat kompetensi tenaga teknik, maka para tenaga kerja di subsektor ketenagalistrikan memiliki bukti terhadap kemampuan formal yang dimiliki dan dapat meningkatkan nilai tambah para tenaga teknik saat bekerja di luar negeri. Selain itu, sertifikat kompetensi juga berfungsi sebagai batasan dalam menyeleksi tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, terutama di era Masyarakat Ekonomi ASEAN saat ini. (pam)

LEAVE A REPLY