Wamen ESDM Anugerahkan Penghargaan Keselamatan Migas 2017

0
746
foto: Humas ESDM

Palembang, geoenergi.co.id – Sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, badan usaha atau bentuk usaha tetap wajib menjamin keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan hidup. Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen badan usaha untuk menjamin kelangsungan keselamatan kerja di kegiatan usaha migas, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menganugerahkan Penghargaan Keselamatan Migas “Patra Nirbhaya” Tahun 2017 kepada 11 perusahaan yang mewakili 75 perusahaan migas, Selasa (29/8). Pemberian penghargaan ini merupakan rangkaian acara Forum Keselamatan Migas yang diselenggarakan di Novotel Hotel, Palembang, tanggal 29-30 Agustus 2017.

Perusahaan yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah PT Badak NGL, PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan, PT Pertamina (Persero) RU III Plaju, PT Petrochina International Jabung Ltd, PT Energasindo Heksa Karya, PT Pertamina EP Exploration and New Discovery Project, BOB PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu, PT Pertamina Gas, PT PGN (Persero) Tbk, Santos (Sampang) Pty Ltd dan Surya Eka Perkasa.

Mendampingi Wamen Menteri ESDM pada pemberian penghargaan tersebut, Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Patuan Alfons. Mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan adalah Wakil Gubernur Ishak Mekky.

Tanda penghargaan Patra Nirbhaya adalah penghargaan yang diberikan kepada badan usaha atau bentuk usaha tetap kegiatan usaha hulu dan hilir migas karena telah memiliki catatan jam kerja aman (tanpa kehilangan jam kerja sebagai akibat kecelakaan kerja) dalam kurun waktu tertentu.

foto: Humas ESDM
foto: Humas ESDM

Kriteria perusahaan yang berhak memperoleh Tanda Penghargaan Patra Nirbhaya adalah memiliki dan telah menjalankan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, memiliki catatan jam kerja aman yang mencukupi untuk memperoleh penghargaan dan tidak mengalami kecelakaan yang menimbulkan kerusakan properti berat dalam dua tahun terakhir.
Ke 75 perusahaan yang memperoleh penghargaan tersebut, terbagi dalam empat kategori yaitu Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha (Platinum) sebanyak 18 perusahaan, Patra Nirbhaya Katya Utama (Emas) 28 perusahaan, Patra Nirbhaya Karya Madya (Perak) sebanyak 16 perusahaan dan Patra Nirbhaya Karya Pratama (Perunggu) sebanyak 14 perusahaan.
Dalam rangkaian acara ini, diluncurkan pembentukan Asosiasi Ahli Keselamatan Migas Indonesia (AAKMI) sebagai wadah yang menampung para penggiat keselamatan kerja di sektor migas. AAKMI merupakan asosiasi profesi yang mendukung pengembangan profesionalitas yang berintegritas dan mendukung program Pemerintah dalam rangka mencegah dan mengurangi jumlah kecelakaan kerja. Asosiasi ini diketuai oleh Nepos MT Pakpahan.

Selain itu, Wamen juga meluncurkan Buku Atlas Keselamatan Migas Volume 2. Buku ini disusun oleh Tim Independen Pengendalian Keselamatan Migas (TIKM) dan mengambil tema “Belajar dari Kesalahan dan Mencontoh yang Terbaik”, mengulas kecelakaan migas sebagai lesson learned dan budaya safety yang telah berjalan dengan baik.

Selain penganugerahan penghargaan dan peluncuran buku, acara diisi pula dengan peluncuran SKT Online yaitu salah satu program perizinan berbasis online. SKT sendiri merupakan singkatan dari Surat Keterangan Terdaftar dimana wajib dimiliki oleh perusahaan/perseorangan untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha penunjang migas. Dengan adanya SKT online ini, akan memudahkan perusahaan-perusahaan yang akan mengajukan permohonan, dengan sistem pelayanan yang transparan, serta memudahkan melakukan pelaporan secara online, sehingga tercapai visi SKT Online yaitu “Solution for distance and time limitations, A breakthrough for transparency public service”.

Sebelumnya pada Selasa (29/8) siang, dilakukan pula Sosialisasi Permen ESDM Nomor 38 Tahun 2017 tentang Pemeriksaan Keselamatan Instalasi dan Peralatan Pada Kegiatan Usaha Migas.

Forum Komunikasi (Forkom) Keselamatan Migas merupakan forum diskusi, pertukaran informasi, pengalaman dan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman badan usaha atau bentuk usaha tetap serta industri penunjang terhadap aspek keselamatan migas.

Agenda rutin tahunan ini dihadiri oleh Instansi Pemerintah, Penyelidik/Wakil Penyelidik, Kepala Teknik/Wakil Kepala Teknik pada kegiatan operasi hulu dan hilir migas, Direksi BU/BUT, usaha penunjang, asosiasi, akademisi, serta praktisi. Tema yang diangkat dalam Forkom kali ini adalah Buday Keselamatan Sebagai Aset Strategis Dalam Industri Migas.

LEAVE A REPLY