Sebanyak 513 Unit Konverter Kit untuk Nelayan di Kabupaten Demak

0
844

Demak, geoenergi.co.id – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial, mewakili Menteri ESDM Ignasius Jonan, hari Kamis (7/9) membagikan 513 unit Paket Perdana Konverter Kit Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk Kapal Perikanan Bagi Nelayan Kecil di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Ego menyampaikan bahwa Program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG-LPG) adalah salah satu program yang mendukung diversifikasi energi, salah satu tujuannya adalah memberikan alternatif energi yang bersih.

“Sebelumnya bapak ibu disini menggunakan bensin, sekarang menggunakan gas. Ini yang terpenting, memberikan alternatif energi yang bersih,” ungkap Ego.

Di samping itu lanjut Ego, penggunaan BBG juga mengurangi biaya pengeluaran nelayan hingga jika dibandingkan menggunakan BBM.

“Sebagai ilustrasi satu hari atau One day fishing itu sekitar 10 jam, data kami menunjukkan memerlukan 21 liter bensin. Kalau beli bensin sekitar Rp135 ribu. Dengan dibagikannya konverter kit, Bapak Ibu maksimum butuh 3 tabung LPG 3 kilo gram (kg). Satu tabung Rp17 ribu, artinya hanya mengeluarkan Rp51 ribu. Ada penghematan Rp84 ribu,” sambung Ego.

Ego juga menyatakan bahwa program konversi BBM ke BBG ini merupakan kerja sama berbagai pihak, seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan PT Pertamina (Persero).

“Pembagian ini terlaksana, berkat kerja sama banyak pihak. Ada DPR, ada PT Pertamina sebagai Badan Usaha penyediaan hingga pendistribusian secara maksimal. Diperlukan juga keterlibatan Badan Usaha untuk layanan pemeliharaan konverter kit dan mesin kapal nelayan pengguna LPG, sehingga penggunaan LPG oleh para nelayan dapat dirasakan manfaatnya secara berkesinambungan,” imbuh Ego.

Pemerintah juga mendukung seluruh aspek, seperti aspek regulasi yang menjamin kepastian alokasi gas bumi untuk bahan baku kilang LPG, dan mendorong Badan Usaha untuk senantiasa menyediakan dan mendistribusikan LPG kepada nelayan.

Sementara itu, Bupati Demak M. Natsir mengucapkan terima kasih atas pembagian konverter kit ini, seraya menjelaskan bahwa sekitar 45 kilo meter (km) wilayahnya adalah daerah pesisir, dengan pekerjaan penduduknya adalah nelayan. Konversi BBM ke BBG telah memberi manfaat nyata bagi nelayan.

“Wilayah kami 43 hingga 45 km wilayahnya adalah pesisir. Kehidupan penduduknya nelayan. Ada nelayan juragan dan ada nelayan buruh. Konverter kit ini yang menerima bukan juragannya, tapi buruh-buruhnya. Kami siap menggunakan pemberian ini dengan baik. Alhamdulillah, yang kemarin (tahun 2016) sudah menerima, saya tanya, sangat mendukung ekonomi keluarganya. Kalau biasanya Rp100 ribu untuk sehari, tapi setelah dirubah pakai gas Rp100 ribu bisa untuk tiga hari,” ujar Natsir.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2016 Pemerintah telah mendistribusikan 5.473 unit paket perdana konverter kit di 10 Kota/Kabupaten pada 5 Provinsi termasuk 400 unit di Kabupaten Demak.

Pada tahun 2017 ini akan dilaksanakan pembagian sebanyak 16.981 unit paket perdana konverter kit di 26 Kabupaten/Kota, termasuk Kabupaten Demak yang mendapatkan konverter kit sejumlah 513 unit.

Paket perdana konverter kit ini terdiri dari mesin kapal, konverter kit serta pemasangannya, dan tabung khusus LPG beserta isinya. (pam)

LEAVE A REPLY