Internet of Things Lahirkan Generasi Baru Pengelolaan Gedung*

0
141

Jakarta, geoenergi.co.id – Lanskap pengelolaan gedung saat ini telah terkena dampak dramatis oleh sejumlah tren teknologi – yang paling signifikan adalah adopsi Internet of Things (IoT) dan teknologi yang saling terhubung. Pada tahun 2015, ada sekitar 10 miliar perangkat yang saling terhubung. Pada tahun 2020, jumlah tersebut akan meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 34 miliar.

Pertumbuhan ini tidak mengherankan mengingat kondisi teknologi saat ini. Internet broadband tersedia secara luas, biaya teknologi menurun, penggunaan ponsel pintar makin mudah ditemui dan semakin banyak perangkat yang dibuat dengan sensor built-in serta terkoneksi dengan Wi-Fi. Di Indonesia sendiri, menurut Forum IoT Indonesia, diperkirakan pada tahun 2022 nanti akan ada sekitar 400 juta perangkat sensor yang terpasang, sehingga nantinya hampir seluruh perangkat listrik akan dapat saling terkoneksi dan saling berkomunikasi satu sama lain agar kinerja konsumsi dan pengelolaan listrik akan menjadi jauh lebih efisien dan produktif.

Khusus bagi industri gedung atau bangunan, implikasi pertumbuhan IoT terhadap manajemen gedung ternyata cukup signifikan. Sekumpulan data dalam jumlah besar yang dihasilkan oleh perangkat gedung yang saling terhubung memberikan peluang baru bagi pemilik dan manajer gedung untuk menggali informasi dan meningkatkan kinerja gedung mereka secara signifikan. Menurut sebuah studi yang dilakukan Schneider Electric baru-baru ini, 63% manajer gedung menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan teknologi digital baru seperti analisis cerdas untuk memantapkan keputusan dan langkah operasional dalam memelihara gedung, dan sebanyak 89%mengindikasikan bahwa mereka berharap dapat mencapai pengembalian investasi IoT mereka dalam waktu tiga tahun.

FACILITY1

Pada saat yang sama, undang-undang efisiensi energi global seperti Energy Performance of Buildings Directive in the European Union telah meningkatkan peranan efisiensi energi pada gedung, dari yang awalnya tidak terlalu penting menjadi suatu kebutuhan bisnis. Insentif pajak untuk gedung bersertifikasi hijau dan LEED di Amerika Serikat telah membantu pemilik dan pengelola gedung dalam memahami bagaimana efisiensi gedung dapat berdampak positif terhadap pendapatan mereka sekaligus juga meningkatkan kenyamanan penghuni. Manajer gedung di seluruh dunia kini berfokus pada efisiensi di tempat kerja dengan menciptakan ruang kerja yang nyaman dan produktif sambil mengurangi konsumsi energi.

Langkah untuk menggali informasi berharga dari data gedung serta membuat penyesuaian untuk meningkatkan efisiensi telah berubah; dari yang dulunya hanya memilih produk secara individu, kini beralih ke pengintegrasian produk-produk menjadi sebuah sistem yang dilengkapi dengan software pendukung . Meskipun Building Management System (BMS) tetap berfungsi sebagai tulang punggung dari setiap gedung cerdas, sistem ini telah menjadi komoditi selama bertahun-tahun. Nilai sebenarnya dari sistem ini terletak pada kemampuannya untuk terhubung ke perangkat lain di dalam lingkungan gedung dan menemukan peluang untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja.

Akibatnya, pergeseran menuju gedung yang IoT-enabled secara mendasar mengubah peran para profesional di bidang gedung saat ini dan menciptakan persyaratan baru bagi mereka yang ingin sukses di dalam pekerjaan. Seiring teknologi cerdas yang terus berkembang secara cepat, pertanyaan baru pun muncul. Bagaimana teknologi ini bisa diintegrasikan ke dalam sistem gedung secara efektif dan strategis? Bagaimana kita menghubungkannya dengan banyak perangkat lain yang ada di gedung ataupun apartemen kita?

Teknologi terhubung (teknologi produk yang telah memiliki fungsi internet sehingga dapat saling terhubung) yang perlu diintegrasikan ke dalam BMS modern masih belum diterapkan lima tahun lalu, dan bahkan belum ada satu dekade lalu. Di gedung masa lalu, manajer gedung adalah orang yang menangani mekanik gedung serta fungsi sehari-hari dari sistem di gedung yang mereka kelola. Saat ini, manajer gedung tidak hanya memerhatikan sistem gedung yang mereka miliki, tapi juga banyak perangkat cerdas dan terhubung lain yang berinteraksi dengan fasilitas mereka setiap hari. Akibatnya, manajer gedung harus mempelajari keahlian baru seperti analisis data dan memperluas basis pengetahuan teknologi mereka agar berhasil mengelola dan memanfaatkan teknologi gedung saat ini. Mereka juga harus bekerja dengan integrator sistem yang tepat yang tahu cara memasang dan mengelola solusi energi yang paling optimal, komprehensif dan cerdas.

Ketika teknologi telah sangat memengaruhi peran para profesional di bidang fasilitas gedung saat ini, kami juga melihat pergeseran demografis karena pekerja yang lebih tua telah memasuki masa pensiun dan mulai digantikan oleh tim pengelola gedung generasi berikutnya. Para profesional yang lebih muda ini lebih familiar dengan teknologi, terutama berkaitan dengan konektivitas jaringan dan teknologi informasi. Namun, seringkali mereka kurang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang sistem mekanis. Agar sukses, profesional di bidang fasilitas generasi berikutnya harus menemukan cara untuk menggabungkan pengetahuan baru mereka tentang IoT dengan pengetahuan mekanis yang telah menyokong industri manajemen gedung selama beberapa dekade terakhir.

Kunci sukses dalam lanskap pengelolaan gedung saat ini – bagi para profesional di bidang pengelolaan gedung, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru – adalah mendapatkan pemahaman mendalam tentang komponen penting untuk mengelola energi secara komprehensif di dalam apartemen maupun gedung lainnya, termasuk pengaturan pencahayaan dan ruangan, sistem distribusi listrik, datacom, kontrol HVAC dan pemantauan penggunaan energi.

Untuk mendapatkan pengetahuan yang mendalam demi mengoptimalkan kontrol gedung, serta mencapai efisiensi dalam hal kegiatan operasional dan manajemen energi, para profesional di bidang fasilitas gedung harus mencari pakar industri yang dapat menawarkan dukungan di bidang:
1. Pelatihan khusus mengenai tantangan paling kritikal yang dihadapi pemilik dan manajer gedung, serta solusi untuk mengatasinya
2. Jaringan terbuka bagi sesama profesional di bidang fasilitas gedung dan integrator sistem untuk mempromosikan berbagi ide serta implementasi gagasan terbaik
3. Akses ke industri dengan solusi teknologi terdepan yang akan mendorong terciptanya masa depan bagi gedung-gedung cerdas

Di dunia di mana teknologi terus berkembang dan menciptakan peluang bagi gedung-gedung untuk mencapai tingkat efisiensi yang baru, pertumbuhan di masa depan akan bergantung pada pengetahuan dan pendidikan khusus. Informasi dan sumber daya ini pada akhirnya akan membantu integrator sistem untuk mengembangkan bisnis mereka dan menyediakan lebih banyak kendali atas lingkungan gedung yang lengkap kepada para profesional saat mereka menciptakan dan mengelola solusi gedung cerdas di masa depan.

*Martin Setiawan – Vice President Partner Project & Ecobuilding Schneider Electric Indonesia

LEAVE A REPLY