Ada Kabar Direktur Pemasaran Pertamina yang Baru Akan Diisi Orang dari PT Telkom

0
695
foto: pam

Jakarta, geoenergi.co.id – Pergantian direksi dari luar PT Pertamina (persero) dikhawatirkan bisa mengganggu kinerja Pertamina. Sebab, secara teknis Direktur Pemasaran merupakan jabatan yang strategis. Selain itu, dia harus mengetahui secara detail kegiatan bisnis dan berbagai produk dari Pertamina. Jika Direktur Pemasaran diisi dari orang di luar Pertamina akan mempengaruhi kinerja penjualan dan distribusi produk-produk Pertamina, itulah yang diungkapkan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Noviandri, saat berbicara di depan para awak media di kantor FSPPB, Jakarta, Selasa (16/01).

Kegusaran tidak hanya terjadi di tubuh FSPPB tetapi juga di internal Pertamina sendiri. Apalagi Noviandri telah mendengar kabar bahwa yang akan mengisi posisi Direktur Pemasaran tersebut berasal dari PT Telekomunikasi Indonesia (PT Telkom). Penggantian direktur yang notabene jabatan strategis di tubuh Pertamina yang selama ini berasal dari luar tidak memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan perseroan, imbuhnya.

Noviandri menegaskan, “Jika semua pejabat direksi dipasok dari luar ini akan rumit. Karena dalam menangani bisnis pemasaran di Pertamina itu tidak mudah. Ada banyak produk yang dihasilkan dari Pertamina. Selain itu juga pengiriman juga mulai dari Sabang sampai Merauke bahkan ke daerah-daerah terpencil. Kalau direksi dipegang oleh pejabat yang non karier bisa berbahaya.”

Karena itu Noviandri selaku Presiden FSPPB akan menolak siapapun yang nantinya bakal menggantikan Direktur Pemasaran jika dari luar Pertamina. Dia menilai masih banyak orang yang memiliki kompetensi bagus di Pertamina saat ini.” Jika Kementerian BUMN beralasan demi sinergi BUMN, seharusnya bukan dengan cara mengganti jabatan strategis di tubuh Pertamina. Sinergi BUMN bisa dilaksanakan dengan bentuk kegiatan yang bisa dilakukan bersama,” katanya.

Ada dugaan penggantian Direktur Pemasaran ini berkaitan dengan muatan politis tahun 2019. Noviandri juga menyebutkan fakta bahwa empat direksi Pertamina yang berasal dari luar institusi dan selama ini menduduki jabatan di Pertamina belum mampu menunjukkan hasil kinerja yang baik.

“Kami berharap janganlah Pertamina dijadikan tempat untuk mempersiapkan kegiatan agenda Solitik 2019. Jangan ada kepentingan direksi Pertamina pada kepentingan politik. Sebaiknya semua direksi harus berangkat dari kepentingan kompetensi,” pungkasnya. (pam)

LEAVE A REPLY