Pemerintah Jangan Asal Pilih Direktur Pemasaran Pertamina

0
616
foto: Istimewa

Jakarta, geoenergi.co.id – Beredarnya kabar soal rencana penggantian Direktur Pemasaran PT Pertamina (persero) dari luar Pertamina terus santer. Penggantian jajaran direksi dari luar Pertamina sangat berisiko bagi kelangsungan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di tanah air.

Terkait beredarnya informasi tersebut, Pengamat Kebijakan Energi dan Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria memberikan komentarnya. Dia meminta Presiden dan Menteri BUMN untuk mempertimbangkan dengan seksama rencana tersebut.

“Jika benar Direktur Pemasaran Pertamina akan diganti, maka saya imbau pemerintah untuk mempertimbangkan agar pengganti Direktur sekarang juga harus dari orang dalam. Selain orang karier yang profesional, dia juga harus paham serta menguasai benar sektor pemasaran dan distribusi,” kata Sofyano kepada geoenergi.ci.id di Jakarta, Rabu (17/1).

Lebih lanjut Sofyano memaparkan bahwa Direktorat Pemasaran dan Niaga adalah sebuah direktorat yang sangat terkait langsung dengan hajat hidup orang banyak. “Untuk itu, yang memimpin direktorat ini harus orang yang terbukti pernah dan mampu bekerjasama dengan pekerja Pemasaran. Artinya Direktur Pemasaran haruslah orang yang diterima oleh akar rumput di Direktorat Pemasaran,” tegas Sofyano.

Bahkan Sofyano juga dengan tegas menambahkan, disamping profesionalisme, leader ship serta kemampuan manajerialnya baik, maka Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina harusnya orang karier pemasaran yang terbukti pernah melalui jenjang-jenjang karier di Direktorat Pemasaran yang menggeluti langsung tupoksi yang ada di pemasaran dan niaga.

“Seperti yang terjadi selama ini, yang selalu diangkat sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina adalah orang karier yang pernah duduk sebagai Senior Vice Presiden di lingkungan Direktorat Pemasaran dan atau Direktur Utama dari Anak Perusahaan Pertamina yang terkait langsung dengan Direktorat Pemasaran,” jelasnya.

Karena itu Sofyano mewanti-wanti pada Pemerintah agar memperhatikan dan mempertimbangkan hal ini, karena Direktorat Pemasaran Pertamina punya peran yang teramat khusus dan strategis terkait dengan stabilitas sosial politik ekonomi negeri ini.

“Fungsi dan peran direktorat lain di Pertamina tidak sekhusus Direktorat Pemasaran. isu atau riak kecil di Pemasaran dan Niaga Pertamina bisa berdampak terhadap jalannya distribusi BBM dan elpiji bagi negeri ini yang jika bermasalah bisa menimbulkan persoalan besar bagi Pemerintah,” ujarnya .

Ditambahkan Sofyano lagi, “Tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik berkaitan dengan Pilkada serentak, Pemilu dan Pilpres. Peranan Direktorat Pemasaran dan Niaga Pertamina dalam menyediakan dan mendistribusikan BBM dan elpiji bagi rakyat sangat berpengaruh besar terhadap tahun politik ini.Karenanya Pemerintah harus cerdas dalan membuat keputusan terkait posisi Direktur Pemasaran Pertamina. Artinya jika benar perlu dan harus diganti maka ini harus dipastikan dipilih orang yang minim resisten, handal dan diterima oleh akar rumput di Pemasaran Pertamina.”

Sebelumnya, pada hari Selasa (16/1) di kantor Federasi, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Noviandri menyatakan bahwa pergantian direksi dari luar PT Pertamina (persero) dikhawatirkan bisa mengganggu kinerja Pertamina. Sebab, secara teknis Direktur Pemasaran merupakan jabatan yang strategis. Selain itu, dia harus mengetahui secara detail kegiatan bisnis dan berbagai produk dari Pertamina. Jika Direktur Pemasaran diisi dari orang di luar Pertamina akan mempengaruhi kinerja penjualan dan distribusi produk-produk Pertamina.

Noviandri telah mendengar kabar bahwa yang akan mengisi posisi Direktur Pemasaran tersebut berasal dari PT Telekomunikasi Indonesia (PT Telkom). Penggantian direktur yang notabene jabatan strategis di tubuh Pertamina yang selama ini berasal dari luar tidak memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan perseroan, imbuhnya.

Karena itu Noviandri selaku Presiden FSPPB akan menolak siapapun yang nantinya bakal menggantikan Direktur Pemasaran jika dari luar Pertamina. Dia menilai masih banyak orang yang memiliki kompetensi bagus di Pertamina saat ini.” Jika Kementerian BUMN beralasan demi sinergi BUMN, seharusnya bukan dengan cara mengganti jabatan strategis di tubuh Pertamina. Sinergi BUMN bisa dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan atau program riil yang bisa dilakukan bersama,” katanya.

Ada dugaan penggantian Direktur Pemasaran ini berkaitan dengan muatan politis untuk tahun 2019. Noviandri juga menyebutkan fakta bahwa empat direksi Pertamina yang berasal dari luar institusi dan selama ini menduduki jabatan di Pertamina belum mampu menunjukkan hasil kinerja yang baik. (pam)

LEAVE A REPLY