Schneider Electric Membentuk Masa Depan Negara Berkembang di Asia Melalui Energi yang Bersih*

0
197

geoenergi.co.id – Air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, transportasi, penerangan, kegiatan memasak, hingga pemanasan adalah elemen-elemen yang sangat bergantung pada energi dan penting bagi kesejahteraan manusia, kegiatan ekonomi dan pembangunan sosial suatu negara – namun tidak dapat diakses oleh negara-negara yang masih mengalami kelangkaan energi, dimana mayoritasnya terletak di Asia dan Pasifik.

Saat ini, lebih dari 700 juta orang di wilayah ini tidak memiliki akses terhadap energi listrik, walaupun permintaan listrik di Asia Tenggara saja diperkirakan meningkat tiga kali lipat di tahun 2040 . Dengan ancaman perubahan iklim yang semakin jelas, para pemimpin dunia dan organisasi internasional telah menyadari kebutuhan untuk memastikan akses terhadap energi bagi semua orang, selain membatasi dampak buruk bahaya lingkungan yang juga kian meluas.

Kerusakan lingkungan akibat polusi, penggundulan hutan, dan degradasi lahan semakin meningkat seiring dengan revolusi industri dan pesatnya pertumbuhan urbanisasi di negara-negara berkembang. Hal ini diperparah oleh ketergantungan pada bahan bakar fosil, yang telah menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi di negara-negara ini dalam dekade terakhir. Di 19 dari 25 kota di Asia, termasuk Filipina dan Indonesia, banjir pesisir telah menyebabkan kematian dan kerugian ekonomi. Menurut laporan Asian Development Bank tahun 2017, lebih dari 5,9 juta orang diprediksi akan terpengaruh oleh banjir setiap tahunnya sampai tahun 2100.

Sebenarnya Asia, kawasan dengan tingkat emisi gas rumah kaca tertinggi, berpotensi meningkatkan prospek dan kualitas hidup jutaan orang. Pemerintah di kawasan Asia telah melihat dampak dari perubahan iklim di masa mendatang, dan mereka semakin tergerak mengeluarkan kebijakan politik yang lebih kuat untuk menilai kembali pendekatan kebijakan energi yang ada sebelumnya sehingga menjadi lebih berkelanjutan dan lebih aman; di samping penggunaan energi terbarukan dari sumber energi bersih yang jelas memiliki dampak lingkungan lebih rendah dan hampir tak terbatas dalam hal pasokan.

Mendorong Partisipasi Masyarakat Dalam Energi Terbarukan

Sekarang saatnya bagi negara, organisasi, dan perusahaan untuk mempercepat proses pembangunan menuju masa depan yang berkelanjutan dengan sumber energi terbarukan. Melalui keterlibatan dan keahlian bertahun-tahun di bidang sustainability, etos kerja yang dimiliki Schneider Electric telah membantu orang mengakses energi yang andal, bersih, dan terjangkau. Komitmen ini hadir dengan fokus unik pada penduduk di daerah pedesaan terpencil dimana kemiskinan energi masih marak dan tingkat elektrifikasi ada di posisi terendah.

Untuk menyediakan solusi energi bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat, Schneider Electric sangat mengedepankan partisipasi masyarakat dan percaya bahwa diperlukan upaya yang signifikan dalam memperkuat kapasitas lokal untuk mengelola dan melayani solusi akses energi mereka sendiri, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil. Asian Development Bank menemukan bahwa sebagian besar studi kasus yang mereka temui memiliki kesuksesan yang sama, yaitu bahwa masyarakat ternyata bereaksi positif terhadap sistem energi terbarukan, dengan tingkat pengembalian atau payback yang sangat tinggi. Tak hanya itu, rumah tangga setempat atau pemimpin desa bahkan akhirnya dapat mengoperasikan teknologinya sendiri.

Salah satu contoh kesuksesan tersebut adalah proyek yang didanai pemerintah di Indonesia. Pada tahun 2016, Schneider Electric bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) dan mitra pemerintah lainnya menyediakan listrik ke lebih dari 250 desa dan 37.500 rumah tangga, menggunakan 100% energi terbarukan. Hal ini tidak hanya menghilangkan ketergantungan mereka pada energi diesel – sumber energi yang sangat berpolusi – solusi sistem penyimpanan solar dan baterai off-grid juga memungkinkan mereka mengakses energi sepanjang waktu, sambil menghemat biaya.

Selain itu, Schneider Electric juga telah menyalurkan listrik ke 12.500 rumah tangga di 100 desa di Kamboja melalui sistem tenaga surya; serta ke lebih dari 1.000 rumah tangga di lima desa di Myanmar melalui teknologi microgrids. Meskipun kedua negara ini menghadapi tantangan yang sama dalam hal akses terhadap energi, profil energi dalam hal penggunaan dan sumber daya bervariasi di antara kedua wilayah ini, oleh karena itu solusinya perlu disesuaikan sesuai dengan perbedaan regional, ekonomi, politik, dan budaya mereka.

Melibatkan Peranan Generasi Muda di Dunia Masa Depan

Karena permintaan energi dan juga tingkat populasi sudah dipastikan terus bertumbuh di wilayah ini, ada kebutuhan mendesak untuk memperbaiki efisiensi dari solusi yang ada sehingga memberi efek perubahan nyata dalam jangka panjang. Selain pengembangan berkelanjutan dalam hal inovasi dan teknologi, generasi muda masa kini adalah aset terbesar di dunia untuk mempercepat jalan menuju masa depan yang hijau dan berkelanjutan.

Untuk memperkuat komitmennya di Indonesia, Schneider Foundation dan Schneider Electric baru-baru ini mengumumkan kemitraan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia (Kemendikbud RI) dan Kementerian Pendidikan Nasional Prancis (MENES) untuk memperbaiki kualitas dan keterampilan ahli kelistrikan di Tanah Air. Didukung dana sebesar €1,5 juta dari Schneider Foundation, kemitraan ini telah menetapkan tujuan bersama untuk mengembangkan kurikulum dan sistem pendidikan kelas internasional yang menghubungkan dunia akademis dengan kebutuhan industri, dan membantu mempersiapkan lebih dari 1500 siswa Indonesia untuk bekerja di sektor kelistrikan.

Dengan inisiatif ini, Schneider Electric berharap dapat melihat keberhasilan dan kelanggengan dalam penggunaan energi terbarukan, ditambah dengan kepemilikan masyarakat yang kuat dan partisipasi yang efektif dari generasi muda dalam hal pengerjaan, pengambilan keputusan, dan perencanaan energi terbarukan.

Akses Terhadap Energi Dimulai Dengan Kolaborasi

Dunia telah menyetujui bahwa energi adalah hal inti yang dapat membentuk masa depan yang berkelanjutan dan merata, serta memerangi kemiskinan dan mendorong pembangunan manusia. Selain inisiatif global seperti Sustainable Energy for All (SE4ALL), 2030 Agenda for Sustainable Development, dan Paris Agreement yang mendorong kerangka kerja universal untuk mencapai tujuan dan komitmen bersama, Schneider Electric percaya bahwa ini juga merupakan tanggung jawab dari perusahaan-perusahaan yang memiliki sumber daya dan inovasi yang diperlukan untuk membantu membuat keputusan-keputusan penting menuju pengembangan energi bersih.

Komitmen Schneider Electric dalam hal mempromosikan pembangunan berkelanjutan serta memberikan akses energi yang aman dan bersih telah ada dalam DNA-nya. Bersama dengan karyawan, sponsor, mitra dan pelanggan kami di Asia Pasifik, Schneider Electric telah berkontribusi untuk menyediakan akses terhadap energi kepada lebih dari 5 juta masyarakat pedesaan dalam tujuh tahun terakhir. Hal ini tidak berhenti sampai di sini, karena tujuan jangka panjang Schneider Electric adalah mencapai 50 juta orang dalam 10 tahun ke depan.

Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan, kita semua memiliki kekuatan untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi masyarakat, meningkatkan produktivitas dan standar hidup sambil mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk kepentingan lingkungan kita. Sekarang, lebih dari sebelumnya, kita perlu bekerja sama untuk memberdayakan masyarakat dengan menyediakan akses terhadap energi yang aman, andal, efisien, dan berkelanjutan, disertai berbagai pelatihan dan pembekalan yang akan mendorong terciptanya lingkungan hidup yang lebih aman dan bersih. (*Tommy Leong, President, East Asia and Japan at Schneider Electric)

 

LEAVE A REPLY