Dulux Painter Academy Terima Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi

0
596

Jakarta, geoenergi.co.id – Peningkatan kualitas hidup manusia, antara lain melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat, menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah bernama Nawa Cita yang dirancang oleh Pemerintahan dalam Kabinet Kerja sebagai salah satu fokus pembangunan negara. Agenda ini sejalan dengan inisiatif dari AkzoNobel, sebuah perusahaan cat dan pelapis terkemuka global serta produsen Dulux, untuk menciptakan dampak positif melalui pendidikan dan pembaharuan ruang tempat tinggal. Salah satu visi yang diemban perusahaan adalah memberikan lebih banyak kesempatan kerja melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan melalui inisiatif Dulux Painter Academy.

Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1) Dulux Painter Academy telah dibentuk berdasarkan perolehan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menyiapkan dan memastikan kompetensi dari tenaga pengecat siap kerja di Indonesia. LSP ini adalah yang pertama untuk skema sertifikasi okupasi ‘Tukang Cat Bangunan Gedung’. Hari ini, LSP Dulux Painter Academy mendapatkan kehormatan diluncurkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, yang diwakili oleh Bapak Ir. Ober Gultom, MT., didampingi oleh Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Bapak Ir. Sumarna F. Abdurahman M. Sc.

Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Ir. Sumarna F. Abdurahman M. Sc menambahkan: “Kami berbangga dapat memberikan lisensi LSP kepada Dulux Painter Academy. Ini adalah lisensi pertama di Indonesia untuk skema sertifikasi okupasi ‘Tukang Cat Bangunan Gedung’. Kami melihat inisiatif ini sebagai langkah yang strategis untuk meningkatkan standarisasi kualitas sumber daya manusia, khususnya untuk para pekerja individual di Indonesia”.

Sertifikasi kompetensi yang dilakukan LSP P1 Dulux Painter Academy merupakan bagian integral dari kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Dulux Painter Academy. Pada tahap awal telah dilakukan sertifikasi kompetensi untuk 15 tenaga pengecat sebagai peserta uji kompetensi yang dilaksanakan oleh LSP Dulux Painter Academy. Dengan memiliki sertifikat ini, para tenaga pengecat akan mendapatkan pemahaman teori dan praktek yang lengkap akan pengetahuan dasar pengecatan dinding, serta kemampuan manajemen proyek; termasuk etos kerja yang mementingkan kesehatan, keselamatan dan ramah lingkungan.

Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia), Jun de Dios mengatakan: “Tantangan kedepannya tidak hanya dalam hal pengembangan infrastruktur, tetapi bagaimana menjaga dan meningkatkan kualitas kerja. Kami percaya Dulux Painter Academy dapat menjawab tantangan tersebut dan menjadi inisiatif yang tepat untuk mendukung upaya pemerintah. Sertifikasi ini sejalan dengan visi kami untuk menghasilkan sumber daya manusia berstandardisasi nasional, yang dalam hal ini adalah tenaga pengecat, dan diharapkan dapat meningkatkan standar hidup mereka”.

Kelas Dulux Painter Academy terdiri dari Kelas Dasar (Basic Class) dan Kelas Pembinaan Keterampilan (Skill Building Class) selama empat hari di mana para peserta akan belajar mulai dari pengetahuan produk, keterampilan dasar pengecatan, konsep warna, manajemen keselamatan dan proyek, sampai teknik aplikasi dekoratif dan kombinasi warna. Mereka juga akan dilengkapi dengan keterampilan dasar komunikasi.

Setelah melewati dua kelas tersebut, para peserta dapat mengikuti uji kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi. Seluruh program pelatihan Dulux Painter Academy difasilitasi oleh para tenaga ahli profesional warna dan pengecatan dari AkzoNobel dan diharapkan dapat menginspirasi para peserta untuk bisa melakukan dan menjadi yang lebih.

“Komitmen kami untuk membantu para tenaga pengecat meningkatkan keterampilan dan kesempatan kerja mereka serta menjadi lebih mandiri ini sesuai dengan komitmen AkzoNobel untuk membuat kehidupan masyarakat lebih nyaman dan meyenangkan”, tutup Jun.

Dulux Painter Academy adalah inisiatif global yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan kompetensi para tenaga pengecat. Dimulai pada tahun 2011, inisiatif ini telah mengadakan 77 kelas pelatihan yang diikuti oleh lebih dari 2.000 tenaga pengecat siap kerja dari kota-kota besar di Indonesia. (pam)

LEAVE A REPLY