Teknologi Terbaru Hadir di Bisnis Angkutan Komersial

0
512

Jakarta, geoenergi.co.id – Pengunjung pameran GIICOMVEC (GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo) 2018 mengalami peningkatan cukup signifikan pada hari ketiga, Sabtu, 3 Maret 2018. Meski berkonsep sebagai pameran business to business (BtoB) khusus industri kendaraan komersial, nyatanya tidak mengurangi animo masyarakat untuk melihat secara langsung perhelatan kendaraan komersial di Hall A dan Hall B Jakarta Convention Center (JCC).

Di hari ketiga atau akhir pekan, booth para peserta pameran GIICOMVEC 2017 juga semakin ramai oleh pengunjung. Salah satunya, PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) yang mengusung tema “Your One Stop Business Solution” menampilkan sejumlah unit kendaraan niaga andalan yang dapat menjadi solusi bisnis bagi buyers. Hino memiliki lebih dari 160 varian produk kendaraan yang dapat disesuaikan dengan bisnis dari customer. Mulai dari bisnis tambang, konstruksi, perkebunan, transportasi barang dan angkutan masyarakat seperti bus transportasi massal.

“Tema ‘One Stop Business Solution’ ini didasari karena kami satu-satunya brand kendaraan komersial yang memiliki jajaran produk terlengkap, mulai dari truk kecil, sedang, hingga besar. Begitu pula dengan bus, varian Hino tersedia mulai dari bus kecil hingga yang memiliki kapasitas angkut dan tenaga paling besar. Untuk itu kami percaya apapun kebutuhan armada bisnis customer kami siap untuk mendukungnya,” ujar Hiroo Kayanoki, Presiden Direktur HMSI, di booth Hino yang berada di Hall B.

“Hino sangat mengapresiasi pada akhirnya GAIKINDO menyelenggarakan pameran khusus kendaraan niaga, truk dan bus yang pertama di Indonesia. Ekspektasi Hino di GIICOMVEC ini tidak terlalu besar mengingat ini baru pertama kali diadakan. Tapi kita lebih melihat peluang bagus karena acara ini sudah segmented mengarah ke para pengusaha-pengusaha besar. Jadi lebih mudah untuk menjelaskan tentang produk secara jelas kepada konsumen,” ujar Ardiyasa, Marketing Communication PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI).

truk 2

Sementara itu, PT Mobil Anak Bangsa (MAB), perusahaan otomotif lokal yang mengembangkan bus listrik pertama di Indonesia. MAB memamerkan bus listrik yang memiliki kecepatan maksimum 70 km/jam dengan kemampuan jarak tempuh 250 kilometer. Sebagai sumber tenaga, baterainya memiliki kapasitas 259,2 kWh yang mampu menyuplai tenaga hingga tiga jam lamanya. Bus dengan seri MD255-XBE1 tersebut memiliki panjang 12 meter, lebar 2,5 meter, dan bobot 2,2 ton serta mampu menampung 60 orang.

“Saya merasa peluang MAB besar, karena sebagai pionir mobil listrik satu-satunya. Tetapi kalau nanti kedepannya ada yang lain membawa produk seperti ini, harusnya bisa lebih berbeda dalam kompetisinya. Tapi menurut saya akan lebih bagus lagi kalau MAB memiliki kompetitor supaya punya pembanding,” ujar Bambang Tri Soepandji, Technical Director PT MAB.

Di eksibisi ini, MAB membawa dua unit prototype bus listrik yang dikembangkan dengan kandungan bahan lokal mencapai 40%. “Melalui GIICOMVEC ini kami berharap MAB lebih dikenal oleh masayarakat dan potential buyer baik dari dalam maupun luar negeri. Ada beberapa pengusaha transportasi dan operator Transjakarta yang tertarik untuk melakukan pembelian,” ujar Leonard, Presiden Direktur PT MAB.

Karya anak bangsa Indonesia dalam bidang pengembangan kendaraan komersial juga tampak dari produk yang dipamerkan oleh lima industri karoseri tanah air yang berpartisipasi di GIICOMVEC 2018 yaitu Adiputro, Laksana, Shinmei, Sugity Creatives, dan Trubo Engineering. Salah satunya, Karoseri Laksana membawa desain kaca depan terbaru double glass yang landai.

“Secara brand corporate, pameran GIICOMTEC 2018 ini lebih bermanfaat, apalagi kami adalah perusahaan business-to-business yang ingin lebih fokus ke sasaran yang memang kami harapkan. Meski kami perusahaan lokal tapi kualitas produk kami tidak kalah dengan asing,” tutur Candra Dewi K, Brand and Marketing Communications Manager Karoseri Laksana. Bahkan karena kualitas pengerjaannya yang bagus, bus karoseri Laksana telah menjangkau ke negara kepulauan Fiji sejak 10 tahun silam dan menyusul Bangladesh pada tahun 2018.

Tidak hanya sebagai ajang untuk memamerkan kendaraan niaga baru, GIICOMVEC 2018 juga menyelenggarakan berbagai program untuk buyers, diantaranya Daily Seminar & Talkshow. Salah satu bahasan yang menarik adalah mengenai perilaku pengemudi dalam industri logistik. “Kebanyakan pengemudi itu menganggap mereka kelas tiga, sementara top management dan jajarannya sebagai kelas pertama, dan karyawan sebagai kelas kedua. Menurut saya itu berbahaya, ketika tugas driver yang mengantarkan barang bernilai milyaran diserahkan kepada pengemudi yang notabenenya bukan pegawai tetap, “ tutur Hally Hanafiah, Vice President Operations PT Iron Bird Logistics.

Pada seminar di hari kedua (2/3) yang bertema “How to become an agile company in trucking industry” membahas mengenai industri truk. Tema yang disampaikan oleh Aloysius Chrisnoadhi, CEO of UD Trucks Sales Operations, Astra International Tbk. ini cukup menarik para pengunjung untuk memperoleh informasi yang komplet mengenai industri truk yang ada di tanah air. Program Buyers & Exhibitors juga menjadi salah satu yang dimanfaatkan oleh para calon pembeli kendaraan niaga di GIICOMVEC 2018.

“Acara di pameran GIICOMVEC ini cukup lengkap dan menarik apalagi bisa langsung mempertemukan antara dealer atau Agen Pemegang Merek (APM) dengan buyer, dan menampilkan beragam produk baru yang inovatif. Mungkin yang perlu ditambah lebih lama adalah waktu pamerannya,” ujar Irwansyah Ibrahim, SE, pemilik CV Aulia Bahari, perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi ikan.

Irwansyah yang datang bersama dengan sejumlah pengusaha asal Aceh, memutuskan untuk membeli lima unit truk Mitsubishi Fuso FE Super HDX 6.6 untuk menambah tiga armadanya . Menurutnya, GIICOMVEC berbeda dengan pameran otomotif lainnya karena sangat membantu para pelaku usaha dalam berinteraksi dan bertransaksi dengan APM.

Sebanyak 32 merek dari perusahaan kendaraan komersial dan industri pendukungnya yang berpartisipasi di GIICOMVEC akan menjadi magnet bagi para pelaku industri di Indonesia. Empat belas (14) Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan komersial yakni Daihatsu, Hino, Isuzu, Iveco, MAB (Mobil Anak Bangsa), Mercedes-Benz, Mitsubishi Fuso, Mitsubishi Motors, Suzuki, Sokonindo, UD Truck, United Tractors, Toyota serta Volvo. Selain itu terdapat industri pendukung lain seperti ADR Group, Alcoa wheel, Astra otoparts, BG Product, Dunlop, Esmak Makine, Evalube, Gajah Tunggal, Goodyear, Himawan Putra, dan Pro7 Auto Lighting. Para exhibitor tersebut masing-masing menghadirkan produk unggulannya selama GIICOMOVEC 2018 berlangsung. (pam)

LEAVE A REPLY