Indika Energy Cetak Laba Inti US$ 94,5 Juta di Tahun 2017

0
354
foto: Istimewa

Jakarta, geoenergi.co.id – Perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. (Perseroan) merilis Laporan Keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2017. Perseroan mencatat Laba Inti sebesar US$ 94,5 juta sepanjang tahun 2017. Peningkatan kinerja anak-anak perusahaan, konsolidasi Kideco Jaya Agung (Kideco) sebagai anak perusahaan, dan membaiknya harga batubara mendongkrak kinerja Indika Energy secara keseluruhan. Lebih lanjut, Perseroan berupaya melanjutkan momentum kinerja positif dengan fokus mengoptimalkan operasi Kideco dan membangun sinergi dengan anak-anak perusahaan lainnya seperti Petrosea dan Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS).

Di tahun 2017, Indika Energy berhasil membukukan Pendapatan sebesar US$ 1.098,8 juta, atau meningkat 41,7% dibandingkan US$ 775,2 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan pendapatan terutama berasal dari pendapatan Tripatra yang meningkat 26,5% dari pekerjaan engineering, procurement and construction (EPC) di beberapa proyek seperti proyek Tangguh dan penyelesaian proyek pembangunan Floating Production Unit (FPU) untuk lapangan Jangkrik. Pendapatan Petrosea juga meningkat 21,7% berkat meningkatnya kinerja di bidang kontrak pertambangan.

Pendapatan dari usaha perdagangan batubara dan beroperasinya perusahaan tambang batubara Multi Tambangjaya Utama (MUTU) secara penuh juga berdampak positif terhadap kenaikan Pendapatan Indika Energy. Selain itu, Perseroan juga mengkonsolidasi pendapatan Kideco sejak bulan Desember 2017 dengan selesainya transaksi akuisisi tambahan 45% saham Kideco sehingga Indika Energy menjadi pemegang saham mayoritas di Kideco dengan total kepemilikan 91% saham.

Laba Kotor tahun 2017 meningkat 38,6% menjadi US$ 122,9 juta dibanding US$ 88,7 juta di tahun 2016. Laba Usaha meningkat menjadi US$ 34,1 juta dibanding Rugi Usaha sebesar US$ 10,1 juta di tahun sebelumnya. Turunnya Beban Penjualan, Umum dan Administrasi sebesar 10,1% menjadi US$ 88,8 juta dari US$ 98,8 juta di tahun 2016 juga membawa dampak positif.

Sementara itu, Beban Keuangan Perseroan pada tahun 2017 meningkat 27,3% menjadi US$ 76,9 juta dibanding US$ 60,4 juta pada tahun 2016 karena percepatan pembebanan amortisasi biaya penerbitan obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2018 setelah dilakukan pembayaran lebih awal terhadap obligasi ini. Selain itu, peningkatan juga disebabkan beban bunga dari penerbitan obligasi baru Perseroan sebesar US$ 575,0 juta, serta biaya penerbitan obligasi dan biaya pendanaan akuisisi di tahun 2017.

Faktor penting dalam peningkatan laba Indika Energy dikontribusikan oleh Bagian Laba Bersih Entitas Asosiasi dan Pengendalian Bersama Entitas yang meningkat drastis sebesar 129,0% menjadi US$ 136,2 juta yang sebagian besar dikontribusikan oleh Kideco. Sebagai perusahaan asosiasi dengan kepemilikan Perseroan sebesar 46% pada Januari hingga November 2017, Kideco mencatat laba bersih sebesar US$ 272,2 juta selama 11 bulan tersebut, sebelum akhirnya menjadi anak perusahaan terkonsolidasi penuh pada Desember 2017. Sebagai hasilnya, Perseroan membukukan Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar US$ 335,4 juta dibanding Rugi US$ 67,6 juta di tahun 2016.

Perlu dicatat bahwa pada tahun 2017, terdapat beberapa hal yang bersifat non-rutin (one-off item) seperti keuntungan dari penilaian kembali investasi 46% saham Perseroan di Kideco yang dimiliki sejak tahun 2004 (41%) dan 2006 (tambahan 5%) yaitu sebesar US$ 384,2 juta, amortisasi bersih atas aset tidak berwujud terkait akuisisi tambahan saham di Kideco dan MUTU, serta kerugian bersih atas penurunan nilai aset MUTU. Dengan memperhitungkan hal-hal ini, Perseroan mencatat Laba Inti sebesar US$ 94,5 juta pada 2017 dibanding Rugi Inti US$ 43,3 juta pada 2016.

Pada akhir tahun 2017, posisi kas, setara kas dan aset keuangan lain Perseroan mencapai US$ 729,0 juta.

“Tahun 2017 merupakan titik balik kinerja Indika Energy ke zona positif. Sejalan dengan peningkatan pendapatan dan penurunan biaya, Indika Energy terus membangun bisnis sesuai strategi jangka panjangnya dan meneruskan momentum ini dengan fokus mengoptimalkan operasi Kideco dan membangun sinergi dengan anak-anak perusahaan lainnya seperti Petrosea dan Mitrabahtera Segara Sejati. Kami juga senantiasa memanfaatkan keunggulan operasional kami di sektor energi untuk berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan nasional,” tutur Arsjad Rasjid, Direktur Utama dan CEO Grup Indika Energy. (pam)

LEAVE A REPLY