Jonan: Jadi Pejabat Pimpinan Jangan Persulit Birokrasi

0
344

Jakarta, geoenergi.co.id – Bertempat di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (28/3), Menteri ESDM Ignasius Jonan, melantik 6 (enam) Pejabat Pimpinan di lingkungan Kementerian ESDM dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang terdiri dari yang terdiri dari 3 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I), 2 orang Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II), dan 1 orang Pejabat Pimpinan SKK Migas.

Dalam arahannya Menteri Jonan menyebutkan, proses pergantian merupakan bagian dari dinamika organisasi. Selain untuk menyegarkan, juga dimaksudkan terciptanya regenerasi, dimana regenerasi yang terjadi saat ini didasarkan pada kompetensi.”Setiap kali ada regenerasi, saya sendiri menangkap regenerasi ini, itu atas dasar kompetensi, tidak ada yang lain,” ujar Jonan.

Selanjutnya kepada Direktur Jenderal Migas yang baru saja dilantik, Jonan meminta untuk bekerja lebih efisien dan lebih cepat. “Buat Pak Joko Siswanto, bekerja lebih cepat dan lebih efisien. Menurut saya yang sekarang ini perlu lebih dipercepat. Bapak Presiden minta pekerjaan birokrasi (perizinan regulasi) perlu disederhanakan,” kata Jonan. Djoko Siswanto, dilantik menjadi Dirjen Migas setelah sebelumnya menjabat Deputi Pengendalian Pengadaan di SKK Migas.

“Kepada Pak Tunggal saya minta dapat menjadi penghubung yang baik antara SKK Migas dengan Ditjen Migas, sama seperti sebelumnya waktu saya lantik Djoko Siswanto kesana, saya juga bilang supaya menjadi penghubung yang baik antara SKK Migas dengan Ditjen Migas”, lanjut Menteri ESDM. Tunggal yang sebelumnya menjabat Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas dilantik menjadi Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas.

Selain menjadi penghubung yang baik, Jonan juga meminta agar para pejabat yang dilantik khususnya di SKK Migas tidak mempersulit birokrasi. “Jadi Pak Tunggal jangan njelimet, bikin simple, cepet tapi govermentnya terjaga, urusan safety terjaga, konstitusi terjaga selesai, itu aja yang penting,” tambah Jonan.

Menteri berharap pejabat yang baru dilantik dapat bekerja lebih cepat dan turut mendorong penyederhanaan peraturan demi menciptakan investasi yang lebih baik.”Saya minta untuk kerja lebih cepat, peraturan-peraturan juga banyak disederhanakan, kalau bisa disederhanakan lagi,” lanjut Jonan.

Terakhir, kepada Inspektur Jenderal yang baru, Akhmad Syakhroza, Menteri ESDM meminta dapat menjalankan fungsi juga sebagai akuntan internal jangan hanya sebagai pengawas. “Kalau bisa juga ada fungsi sebagai akuntan internal, bukan periksa lalu perbaikannya begini, tetapi saran bagaimana perbaikan-perbaikan supaya tidak terjadi lagi, menurut saya itu penting sekali,” pungkas Jonan. (Pam)

LEAVE A REPLY