Warga NTT Akan Dapat Bantuan LTSHE 5.577

0
471
foto: Humas ESDM

Larantuka, geoenergi.co.id – Warga pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapatkan bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). Secara simbolis bantuan yang berasal dari dana APBN 2018 ini diserahkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kepada Bupati Flores Timur dan perwakilan warga di atas kapal KN Chundamani yang membawa Menteri ESDM bersama rombongan meninjau lokasi dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Selat Larantuka, Flores Timur, Sabtu (31/3).

Di NTT sendiri, berdasarkan data BPS, terdapat 20 desa yang saat ini masih dalam kondisi gelap gulita. Dari 20 desa tersebut, 12 sudah dan akan dilistriki oleh PT PLN, dan sisanya sebanyak 8 desa menjadi prioritas Kementerian ESDM untuk mendapatkan bantuan LTSHE.

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) mencatat, sebanyak 5.577 KK di 39 desa di NTT akan mendapatkan LTSHE pada tahun ini, dimana Kabupaten Flores Timur mendapat 744 unit LTSHE. Namun demikian, Pemerintah daerah dapat menyampaikan usulan pemasangan LTSHE bagi masyarakat yang masih dalam kondisi gelap gulita dan luput dari pendataan.

Kementerian ESDM terus berupaya menerangi wilayah Indonesia terutama desa-desa belum berlistrik dengan membagikan LTHSE kepada masyarakat di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal), sebagai langkah untuk mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain LTSHE, Provinsi NTT juga menjadi target program sumur bor air tanah mengingat beberapa wilayahnya termasuk daerah sulit air. Hingga 2017 telah dibangun 90 titik sumur air bor, dan pada tahun 2018 akan dibor 2 titik lagi di Kelurahan Weri dan Kelurahan Sarotari, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur. (pam)

LEAVE A REPLY