Sejak Tahun Lalu 12 Blok Migas Terminasi Diberikan Pertamina

0
169

Jakarta, geoenergi.co.id – Tugas Pertamina sebagai BUMN selain menghasilkan profit dan deviden bagi Negara, tapi yang lebih penting juga pelayanan penyediaan energi secara merata bagi masyarakat. Untuk itu, Pemerintah selalu mendukung penuh Pertamina menjadi perusahaan migas besar, profesional, dan berdaya saing di level internasional. Hal tersebut dibuktikan dengan pemberian 12 hak kelola Blok migas terminasi kepada Pertamina sejak tahun lalu.

“Menyusul 2 blok terminasi tahun 2019 yang baru saja diberikan kepada Pertamina, total blok migas terminasi yang diberikan ke Pertamina sejak tahun lalu bertambah dari 10 blok menjadi 12 blok. Itu banyak dan bloknya bagus-bagus. Itu bukti support Pemerintah ke Pertamina,” ungkap Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian ESDM di Jakarta.

Blok migas yang kontraknya berakhir tahun 2019 yaitu Blok Jambi Merang, Blok Raja/Pendopo, Blok Bula, dan Blok Seram Non Bula. Dua diantaranya diberikan kepada Pertamina termasuk Blok Jambi Merang yang merupakan blok paling potensial diantara 3 blok lainnya.

“Dua Blok Migas yang kontraknya berakhir tahun 2019 diberikan lagi ke Pertamina. Blok Jambi Merang dan Blok Raja/Pendopo. Blok Jambi Merang itu yang paling bagus diantara yang lain. Itu diberikan ke Pertamina murni,” ungkap Agung.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto menjelaskan, Pertamina tidak ikut ambil bagian dalam Blok Bula dan Blok Seram Non Bula lantaran kapasitas produksi gasnya dinilai terlalu kecil. “Pertamina tidak mengajukan proposal untuk mengelola blok tersebut karena lokasi dan produksinya kecil 300 barel/hari dan di bawah 2.000 barel/hari,” jelas Djoko.

Sebagaimana diketahui, 12 blok migas terminasi yang telah diberikan ke Pertamina sejak tahun lalu yaitu: Blok Offshore North Wes Java (ONWJ) pada Januari 2017, Blok Mahakam pada awal 2018, Delapan blok terminasi yang diberikan April 2018 lalu (Tengah, Attaka, East Kalimantan, North Sumatera Offshore, Sanga-sanga, Southeast Sumatera, Tuban, dan Ogan Komering), dan 2 blok terminasi tahun 2019 pada Mei 2018 yaitu Blok Jambi Merang, serta Blok Raja/Pendopo.

Hal tersebut diapresiasi oleh Plt. Direktur Utama PT. Pertamina, Nicke Widyawati, tambahan WK terminasi dari Pemerintah akan mampu menggenjot produksi minyak nasional PT. Pertamina menjadi sekitar 40% dari sebelumnya hanya 20%.

“Pertamina mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Ini suatu lompatan yang besar karena dalam dua tahun terakhir ini kita dapat WK terminasi yang mampu menggandakan produksi Pertamina dalam dua-tiga tahun ke depan,” ujar Nicke.

Sejauh ini, Pertamina memperoleh pendapatan sekitar USD 24 miliar dari 10 WK penugasan dengan adanya ttambahan WK Jambi Merang dan WK Pendopo & Raja. “Angkanya sekitar USD 24 miliar sepanjang 20 tahun (kontrak) berjalan,” pungkas Nicke. (Dod/foto:Humas ESDM)

LEAVE A REPLY