Di Masa Lebaran, Beban Puncak Listrik Diprediksi Turun 30 Persen

0
554

Jakarta, geoenergi.co.id – Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian BaratPT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) Haryanto WS, memperkirakan beban puncak sistem kelistrikan selama masa hari raya Idul Fitri nanti akan turun sekitar 30%.

“Untuk Jawa-Bali biasanya 25.000 (MW), nanti estimasi kita hanya 15.000-16.000 (MW),” katanya di sela-sela acara buka puasa bersama di kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, hari Selasa (5/06).

Beban puncak listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya juga diperkirakan akan turun sekitar 30%, dari 5.000 MW menjadi sekitar 3.000 MW pada saat Lebaran.

20170817_092113

Ditegaskan Haryanto lagi saat Lebaran nanti, tim PLN selalu siaga selama 24 jam untuk menjaga pasokan listrik selama masa Lebaran. “PLN stand by 24 jam, tidak libur, tidak tidur, lembur terus, sehingga listrik bisa aman,” tegas Haryanto yang di saat Lebaran nanti juga tidak meninggalkan posnya.

Dia juga menambahkan, ada beberapa penggunaan listrik yang diprioritaskan diamankan selama masa Lebaran nanti adalah listrik untuk rumah ibadah, rumah sakit, tempat-tempat liburan, lampu-lampu lalu lintas, dan pos-pos polisi.

Mengenai jumlah personil yang diturunkan menjaga keamanan listrik selama masa Lebaran, disebutkan Haryanto, ada sekitar 17.000 sampai 20.000 orang di seluruh wilayah Indonesia.

“Untuk di Jakarta sekitar 1.000 orang yang disiagakan,” paparnya.

Sementara itu di acara yang sama, General Manager PLN Disjaya, M.Ikhsan Asaad menjelaskan, dengan sekitar 1.000 tenaga PLN yang diturunkan, pihak PLN Disjaya menjamin bahwa pasokan listrik di Jakarta selama masa libur Lebaran akan terjaga aman.

“Dari sistem Jawa-Bali, kita punya cadangan kurang lebih 8.000 MW, itu dalam kondisi normal dan dipasok dari delapan sub sistem. Jadi Jakarta ini sistem kelistrikan yang paling handal menurut saya,” tegas M. Ikhsan Asaad. (Pam)

LEAVE A REPLY