Hadapi Idul Fitri 2019 Posko Nasional ESDM Resmi Dibentuk

0
30

Jakarta, geoenergi.co.id –  Pemerintah c.q Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi libur Lebaran 2019. Dalam rangka mengamankan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak, Gas, Listrik dan antisipasi kebencanaan Geologi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada saat Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019, telah dibentuk Tim Posko Nasional Energi Dan Sumber Daya Mineral sesuai Keputusan Menteri ESDM No 81K/73/MEM/2019 tangga 13 Mei 2019 dengan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM ditunjuk sebagai Ketua/Koordinator Posko Nasional Sektor ESDM dan Kepala BPH Migas sebagai Wakil Ketua.

Tim Posko Nasional Sektor ESDM Menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 beranggotakan :

  1. Unit eselon I di Kementerian ESDM yang membidangi sektor energi BBM,Gas, Listrik  dan Geologi yaitu BPH Migas, Sekretariat Jenderal (Biro Perencanaan, Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama, Pusat Data dan Teknologi Informasi/Pusdatin), Ditjen Migas, Ditjen Ketenagalistrikan, Badan Geologi.
  2. Badan Usaha di bidang penyediaan BBM, Gas,dan Listrik yaitu PT. Pertamina (Persero), PT. AKR Corporindo Tbk.PT. PLN (Persero), PT. PGN (Persero), PT. Pertagas Niaga, PT Shell Indonesia, PT Total Oil Indonesia, PT Vivo Energy Indonesia, dan PT Aneka Petroindo Raya.

Dalam pelaksanaan, Tim Posko Nasional Sektor ESDM juga melibatkan dan bekerjasama dengan:

  1. Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) yaitu Korps Lalu Lintas Polri & Biro Pembinaan Operasional Bareskrim Polri.
  2. Kementerian Perhubungan yaitu Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Laut,  Ditjen Perhubungan Udara, dan Perkeretaapian.
  3. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) yaitu Ditjen Bina Marga dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Adapun tugas Tim Posko Nasional Sektor ESDM meliputi:

          1. Melakukan pengumpulan/Inventarisasi data lapangan mengenai:
  1. Data fasilitas penyediaan dan pendistribusian BBM, Gas dan Listrik milik Badan Usaha.
  2. Jalur transportasi penyediaan dan pendistribusian BBM.
  3. Jalur penyediaan dan pendistribusian Gas dan Listrik.
  4. Evaluasi  dampak yang ditimbulkan jika terjadi kelangkaan pasokan BBM, Gas dan Listrik.
  5. Potensi Daerah Rawan Bencana Alam.
          1. Melakukan koordinasi dan pengawasan ke lapangan terhadap fasilitas penyediaan dan pendistribusian BBM, Gas dan Listrik dan Daerah Rawan Bencana.
          2. Melakukan evaluasi hasil koordinasi pengawasan mengenai penyediaan dan pendistribusian BBM, Gas, Listrik dan kebencanaan Geologi.
          3. Melakukan penyusunan rekomendasi aksi tanggap darurat penanganan kelangkaan pasokan BBM, Gas, Listrik dan penanganan Bencana Alam.
          4. Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan.

Periode Pelaksanaan Posko Nasional Sektor ESDM Menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 akan berlansung selama 30 hari  yaitu sejak 21 Mei 2019 hingga 19 Juni 2019 (H-15 s.d H+13) yang terbagi dalam 2 shift yaitu shift I puluk 10.00 s.d 17.00 WIB dan shift II pulul 15.00 s.d 20.00 WIB. Lokasi Posko berada di Ruang Rapat Lounge Lantai Ground Gedung BPH Migas, Jl. Kapten P. Tendean No. 28 Jakarta Selatan.

Berbagai Upaya yang dilakukan untuk menjamin penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak, Gas, Listrik dan antisipasi kebencanaan Geologi guna mendukung kelancaraan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 yaitu sebagai berikut:

SEKTOR MIGAS

Upaya Pengamanan Pasokan BBM & LPG

  1. Membentuk Posko Satgas BBM dan LPG di  kantor pusat dan daerah
  2. Monitoring kelancaran distribusi BBM (penambahan armada mobil tangki, penyiapan kantong BBM, terminal BBM, penyiapan produk BBK dalam kemasan, penyiapan jalur contra flow)
  3. Monitoring ketahanan stok BBM dan LPG Nasional
  4. Monitoring layanan di lembaga penyalur mulai dari safety, kehandalan dan kebersihan fasilitas, pelayanan maksimal sesuai standar, serta pelayanan 24 Jam (jika diperlukan) di lembaga penyalur pada Jalur Mudik;
  5. Koordinasi dengan berbagai pihak dan instansi seperti TNI, POLRI, ESDM & BPH Migas,Jasa Marga & BPJT, Dinas Perhubungan dan instansi lainnya dalam menjaga keamanan dan kelancaran penyaluran BBM;
  6. Meningkatkan stok BBM dan LPG di End TBBM & SPBBE
  7. Meningkatkan stok BBM dan LPG di penyalur
  8. Penambahan awak & mobil tangki serta SPBU Kantong
  9. Meningkatkan stok BBM + LPG di penyalur untuk mengantisipasi peningkatan permintaan terutama pada saat puncak arus mudik/balik. Prediksi puncak arus mudik tanggal 30-31 Mei 2019 dan puncak arus balik tanggal 8-9 Juni 2019.
  10. Penyiapan layanan khusus di titik belum ada fasilitas pelayanan BBM & LPG seperti KiosK Pertamax, mobil dispeser unit, BBM kemasan dan Motor pengantar kemasan BBM dengan rincian sebagai berikut:
  1. Prediksi Rata-rata Ketahanan Stok Masa Posko Idul Fitri 1440 H/2019
  1. Premium 1.118.277 KL (21 Hari)
  2. Pertalite 1.103.505. KL (21 Hari)
  3. Pertamax & Akra 92 909.992 KL (22 Hari)
  4. Turbo 34.585 KL (58 Hari)
  5. Solar & Akrasol 2.104.331 KL (26 Hari)
  6. Dexlite 45.305 KL (27 Hari)
  7. Dex 36.437 KL (35 Hari)
  8. Kerosene 108.863 KL (69 Hari)
  9. LPG 369.058 MT (27 Hari)
  10. Avtur 615.512 KL (48 Hari)
  1. Prediksi Konsumsi BBM Nasional Masa Posko Idul Fitri 1440 H/2019
  1. Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax & Akra 92, dan Turbo) mengalami kenaikan sebesar 15,8 % dari 92.593 KL/hari (Daily Objective Throughput/DOT Normal) menjadi 107.206 Kl/hari (rerata Posko)
  2. Gasoil (Solar & Akrasol, Dexlite, dan Dex) mengalami penurunan sebesar -10.4 % dari 40.426 KL/hari (Daily Objective Throughput/DOT Normal) menjadi 36.226 Kl/hari (rerata Posko) karena adanya pembatasan angkutan barang
  3. Kerosene mengalami kenaikan sebesar 9,4 % dari 1.494 KL/hari menjadi 1.634 KL/hari
  4. LPG mengalami kenaikan sebesar 15,0 % dari 24.051 MT/hari menjadi 27.659 MT/hari
  5. Avtur mengalami kenaikan sebesar 8,3 % dari 13.414 KL/hari menjadi 14.524 KL/hari
  1. Memperhatikan rencana manajemen lalu lintas Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan sebagai berikut:
  1. Berdasarkan surat himbauan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Nomor AP.201/1/3/DRJD/2019 tanggal 9 Mei 2019, pemberlakukan ganjil genap ini akan dimulai pada 30 Mei 2019 atau H-6 lebaran di Pelabuhan Merak dan pada 7 Juni 2019 atau H+1 lebaran di Pelabuhan Bakauheni pukul 20.00 s.d 08 WIB.

 

  1. One Way Arus Mudik Ruas Cikampek  Km 29 s.d Brebes Barat Km 262 tanggal 30 Mei s.d 2 Juni 2019.
  2. One Way Arus Balik Ruas Palimanan Km 248 s.d Cikampek Km 29 tanggal 8 Juni s.d 9 Juni 2019.
  3. Posko Kementerian Perhubungan (Koordinator Posko Lebaran Nasional) akan dimulai 29 Juni 2019 (H-7) s.d 13 Juni 2019 (H+7).

SEKTOR KELISTRIKAN

  1. Berdasarkan pengalaman yang ada, beban puncak saat Idul Fitri 1440 H/2019 pada umumnya lebih rendah apabila dibandingkan dengan beban puncak pada kondisi hari kerja dikarenakan pada hari tersebut industri yang mengkonsumsi tenaga listrik yang besar dan perkantoran berhenti beroperasi (libur).
  1. Memperhatikan kondisi tersebut, prakiraan kondisi pasokan tenaga listrik pada saat Idul Fitri 1440 H/2019 untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali, Sumatera, dan Indonesia Timur pada umumnya berada pada kondisi “pasokan listrik aman”.
  1. Upaya Pengamanan Pasokan Listrik yang dilakukan:
  1. Memastikan kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan, meliputi kesiapan (availability) unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi;
  2. Menghentikan sementara pemeliharaan instalasi di transmisi dan gardu induk kecuaII pekerjaan emergency/perbaikan kerusakan atau gangguan peralatan;
  3. Membuat rencana dan pola operasi unit-unit pembangkit berdasarkan perkiraan beban (load forecast) pada periode Hari Raya Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya dengan menyiapkan cadangan putar (spinning reserve) lebih besar dibandingkan waktu reguler
  4. Memastikan ketersediaan energi primer/bahan bakar pembangkit tenaga listrik:
    • PLTU batubara dengan cadangan minimum 20 hari operasi;
    • Pembangkit BBM (untuk operasi backup) dengan cadangan minimum 7 hari operasi
  5. Menetapkan Standard Operating Procedure (SOP) pengamanan pasokan listrik;
  6. Menyiapkan dan menyiagakan personil siaga pengamanan pasokan listrik 24 jam di masing- masing unit operasional.
  7. Menjaga kontinuitas pasokan listrik di lokasi-lokasi prioritas antara lain: tempat ibadah utama, Masjid Istiqlal, Bandara, Pelabuhan, Stasiun Kereta Api, Jalan Nasional (Pom Bensin dan Rest Area).

SEKTOR GEOLOGI

Upaya Yang Dilakukan Untuk Antisipasi Bencana Geologi

  1. Membentuk Tim Tanggap Darurat Bencana Geologi yang akan merespon dengan cepat setiap bencana yang terjadi dan siaga dalam waktu 24 jam, dan meningkatkan pemantauan gunung api secara cermat di beberapa gunung api aktif yang sering digunakan untuk mengisi acara liburan.
  2. Memberikan Peta Sebaran Titik Rawan Gerakan Tanah pada jalur jalan di Pulau Jawa, Pulau Sumatera dan Sulawesi Utara kepada Pemda dan Polda di wilayah tersebut.
  3. Membuat laporan/tanggapan dan rekomendasi teknis penanggulangan bencana geologi (letusan gunungapi, gempabumi, tsunami, dan gerakan tanah). Laporan disampaikan kepada Pemerintah Pusat, Pemda, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dinas terkait yang menangani kebencanaan geologi
  4. Membuat Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah, peta ini diperbaharui tiap akhir bulan dan disebarkan ke Pemda dan dapat juga diunduh di Playstore (Aplikasi Magma Indonesia) dan website www.bgl.esdm.go.id atau www.vsi.esdm.go.id.

Nomor Kontak Pengaduan Masyarakat:

  1. Call Center ESDM (136)
  2. Posko BPH Migas (021-5276709).
  3. Call Center PT. Pertamina (Persero) di (1-500-000).
  4. Call Center PT. AKR Corporindo, Tbk di (021-531110).
  5. Call Center PT. PLN ((kode area) 123).
  6. Call Center PT. PGN di (1-500-645).
  7. Kantor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (022-7272606).

Dengan adanya Posko Nasional Sektor ESDM Menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 diharapkan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM, Gas (LPG), listrik  dapat terjamin ke seluruh wilayah NKRI untuk melayani kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 serta mengisi libur Lebaran. Selain itu juga apabila terjadi kelangkaan dan gangguan penyediaan dan pendistribusi BBM, Gas, Listrik dan bencana geologi (letusan gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah) dapat direspon dan diatasi dengan cepat sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 dengan aman, tenang dan khidmat. (PW)

LEAVE A REPLY