SHARE
Facebook
Twitter
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said (foto: istimewa)

Jakarta, Geoenergi – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, Selasa (3/5) membuka pendidikan dan pelatihan bagi Patriot Energi Angkatan Kedua. Patriot Energi adalah para pemuda/pemudi terdidik dan mempunyai minat serta keahlian spesifik untuk membangun kedaulatan energi di daerah-daerah terpencil.

Program Patriot Energi fokus pada upaya pengadaan listrik dengan memanfaatkan sumberdaya energi terbarukan di wilayah setempat. “Kami meyakini keberadaan listrik adalah jendela bagi peradaban dan peningkatan kesejahteraan. Dengan listrik, siswa bisa lebih baik belajar di malam hari, komputer, internet, arus informasi, juga mendorong alat-alat produksi sederhana yang membuka peluang usaha dan industri rumahan. Ujungnya kesejahteraan masyarakat akan meningkat,”papar Rida Mulyana Dirjen EBTKE tentang tujuan program Patriot Energi ini.

Para Patriot Energi yang memulai program diklat adalah merupakan angkatan kedua. Angkatan pertama berjumlah 80 peserta disebar ke 40 Desa di daerah terpencil antara lain; Desa Kayang di NTT, Desa Uluwasa di Sulawesi Tenggara, Desa Bengkawan di Kalimantan Barat dan desa lainnya. Berbeda dengan tahun lalu yg hanya bertugas selama 6 bulan, pada angkatan kedua ini para Patriot Energi akan mengabdi selama satu tahun.

Patriot energi angkatan kedua ini terdiri atas 85 peserta yang lolos seleksi,  17 orang dari angkatan pertama dan 20 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian ESDM. Penempatan para Patriot Energi akan dibagi ke dalam tiga tipe. 85 orang patriot dari angkatan kedua akan ditempatkan di desa yang sedang dilakukan instalansi pembangkit listrik baru, 17 orang peserta dari patriot angkatan pertama akan ditempatkan kembali di desa yang sama untuk menyelesaikan sosialisasi lanjutan sementara 20 CPNS akan ditempatkan di daerah perbatasan di Papua dan lokasi yang tingkat kesulitannya lebih tinggi.

“Pemuda Indonesia sejak 1908 dengan idealismenya bisa membuat gerakan membangun bangsa dengan lebih baik. Saat kesulitan datang di Indonesia, yang menyelesaikan adalah idealisme. Peserta Patriot Energi akan ditempatkan di lokasi yang sulit, sehingga idealisme akan membantu menghadapi kesulitan untuk mendapat hasil yang manis,” ungkap Sudirman Said dalam sambutannya.

“Setiap anak akan diberi pembekalan kompetensi selama dua bulan sebelum ditempatkan di pulau-pulau terluar Indonesia. Kompentesi tersebut antara lain kompetensi keteknikan, kompetensi kejuangan, kompetensi paham pembangunan berbasis masyarakat dan kompetensi keikhlasan yang harus dipahami dengan baik oleh tiap peserta,” ungkap Tri Mumpuni, sebagai Penanggungjawab program Patrot Energi Kementerian ESDM, disela sambutannya.

Kegiatan Patriot Energi dirancang untuk memberikan paradigma baru bahwa pembangunan harus dimulai dari desa-desa dengan pondasi utama adalah keterlibatan masyarakat desa itu sendiri. Tujuan program ini adalah meningkatkan modal sosial masyarakat dengan penerapan energi baru dan terbarukan melaui anak muda yang mau dan siap bersama masyarakat membangun kedaulatan energi bangsa.

“Saya bangga bisa masuk dalam program Patriot Energi. Menurut saya program ini merupakan inisiatif yang sangat baik dari Pemerintah yang harus di dukung oleh masyarakat. Ini jadi pintu masuk mengembangkan energi baru dan terbarukan agar daerah terpencil bisa menikmati listrik. Saya harap teman-teman dalam Patriot Energi bisa kompak agar tujuan program ini tercapai,” ungkap Ardi, salah satu peserta Patriot Energi angkatan 2 terpilih.

Sebanyak 122 anak muda terpilih, setelah lulus dari pendidikan dan pelatihan ini, kemudian akan diberangkatkan ke daerah yang dibangun pembangkit listrik energi baru terbarukan di 123 desa tersebar di 16 provinsi Indonesia bagian Barat sampai perbatasan Indonesia bagian Timur.

“Dalam konteks membangun kedaulatan energi, ini adalah bagian dari mencapai perbaikan pada level yang sulit dan dampak nya akan sangat luar biasa. Karena sering saya sampaikan bahwa listrik tidak hanya memberi lampu tapi juga membangun peradaban. Kesehatan, pendidikan, komunikasi akan juga terbangun yang bisa berujung pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan daya saing,” pungkas Sudirman. (Pam)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY