SHARE
Facebook
Twitter
Foto: dod

 

JAKARTA, GEOENERGI – Dua belas bulan setelah pencanangan program penyediaan tambahan kapasitas listrik hingga tahun 2019, Indonesia telah merealisasikan lebih dari 11GW kapasitas listrik baru sejak program ini disetujui.

“Walaupun realisasi penambahan kapasitas listrik baru secepat mungkin sangat penting untuk mencapai target nasional pada tahun 2019 nanti, tidak kalah pentingnya memastikan para investor proyek-proyek pembangkit listrik mengevaluasi dan mendapat manfaat dari inovasi teknologi terkini,” kata Handry Satriago, CEO, GE Indonesia, dI Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Handry kepada lebih dari 100 eksekutif senior dari berbagai sektor swasta dan pemerintah dalam Powering Indonesia Conference, melanjutkan, “Indonesia berada pada persimpangan jalan dalam transformasi menjadi negara yang akan menguasai perekonomian global. Tingkat pertumbuhan tidak hanya perlu diremajakan namun juga harus dipercepat. Sementara strategi infrastruktur siap mendukung pencapaian ini, ketersediaan akan pembangkit tenaga listrik dengan biaya terjangkau, andal dan efisien juga sangatlah penting.”

Mengacu kepada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PLN tahun 2015 – 2024, konsumsi listrik Indonesia diprediksi akan meningkat rata-rata 8,7% per tahun dengan jumlah pelanggan diprediksi akan meningkat dari 60,3 juta pada tahun 2015 menjadi 78,4 juta pada tahun 2022. Tingkat pertumbuhan inilah yang menjadi basis program pemerintah terkait penambahan kapasitas listrik sebesar 35GW.

“GE sebagai mitra industri di sektor transportasi, aviasi, energi dan kesehatan selalu berkomitmen mendukung pemerintah dan masyarakat Indonesia. Kami juga berkomitmen dalam menghadirkan listrik bagi masyarakat Indonesia. Saat ini 30% kapasitas pembangkit listrik yang telah terealisasi di Indonesia menggunakan teknologi GE,” kata Handry.

Lebih lanjut dia mengungkapkan pula “Kini kami bahkan mampu berkontribusi lebih besar lagi dengan portofolio solusi energi dan listrik yang lebih komprehensif berkat akuisisi kami terhadap Alstom. Akuisisi bisnis energi Alstom ini merupakan investasi industri terbesar GE dan sangat penting bagi transformasi yang sedang kami lakukan untuk menjadi salah satu perusahaan dunia yang mampu melayani pelanggan apapun kebutuhan solusi pembangkit listrik mereka – mulai dari water system, boiler, HRSG, pembangkit tenaga uap dan turbin gas hingga sistem pengendaliannya, grid management dan teknologi terbarukan. Dengan kombinasi portofolio solusi GE dan Alstom, kami memiliki infrastruktur yang lebih kokoh dan menjadi pelopor teknologi untuk menyediakan beragam solusi pembangkit listrik yang lebih baik, andal, hemat biaya dan berkesinambungan.”

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, tidaklah cukup hanya dengan menyediakan daya listrik lebih banyak namun Indonesia juga perlu menyediakan tenaga listrik dari pembangkit yang menggunakan beragam bahan bakar, dapat dibangun dengan cepat, berbiaya terjangkau, efisien dan andal. (Pam)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY