SHARE
Facebook
Twitter
foto: istimewa

Jakarta, Geoenergi – Presiden Bank Dunia telah mengeluarkan salah satu peringatan terkuat bahwa harapan dari Perjanjian Paris akan hancur jika negara-negara di Selatan dan Asia Tenggara terus maju dengan rencana batu bara mereka.

Negara di kawasan itu berencana membangun ratusan lebih pembangkit listrik tenaga batu bara selama 20 tahun ke depan. “Jika seluruh wilayah [Selatan dan Asia Tenggara] mengimplementasikan rencana berbasis batu bara sekarang, kita benar-benar akan mengalami krisis. Itu berarti bencana untuk kita dan planet kita,” kata Jim Yong Kim dalam sambutannya kepada pemerintah dan pemimpin perusahaan di Washington, Jumat 6 Mei 2016.

Menanggapi pernyataan Mr Kim, Arif Fiyanto, juru kampanye senior di Greenpeace Indonesia, mengatakan, “Presiden Bank Dunia peduli terhadap masalah ini. Semua kerjasama dan janji-janji dalam Perjanjian Paris akan tidak berarti apa-apa kecuali kita menghentikan batu bara.”

Arif melanjutkan, “Kita sudah berada di garis perubahan iklim yang berbahaya. tindakan radikal perlu terjadi sekarang, dan itu berarti melepas bebas cengkraman bahan bakar fosil. Batu bara membunuh kami, dan perluasan industri batu bara akan membunuh planet kita.”

Oleh karena itu Arif prihatin dengan rencana tersebut,”Rencana pemerintah Indonesia untuk 24 GW pembangkit listrik tenaga batu bara sangat intoleran. Tidak ada penduduk Indonesia yang akan berterima kasih kepada pemerintah untuk rencana energi ini jika pada akhirnya anak-anak mereka tidak memiliki masa depan.”

Rencana ini tidak hanya akan mengunci Indonesia ke zaman kegelapan, mereka juga akan melemahkan komitmen Presiden Jokowi sendiri yaitu mengurangi emisi gas rumah kaca Indonesia sebesar 29% pada tahun 2030.

“Presiden Jokowi harus merevisi kebijakan energi Indonesia, atau kita tidak akan pernah mencapai target energi terbarukan. Kita harus pindah dari batu bara. Merangkul energi terbarukan untuk kebutuhan energi kita adalah satu-satunya cara untuk mencapai hal ini, ” tegas Arif. (Pam)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY