SHARE
Facebook
Twitter
foto: Pam

Jakarta, Geoenergi – Peran Pusat Logistik Berikat (PLB) diharapkan dapat mendukung industri migas, sehingga dapat lebih efisien dan lebih cepat berkembang. Direktur Fasilitas Kepabeanan-Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Robi Toni dalam Business Forum Migas 2016 “Optimalisasi Pemanfaatan Pusat Logistik Berikat Dalam Menunjang Efisiensi Operasi Migas” yang diadakan oleh OG Indonesia dan Komunitas Migas Indonesia (KMI) di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (18/05) menyatakan PLB ini gudang multifungsi untuk menyimpan barang ekspor maupun impor.

“PLB ini gudang multifungsi untuk menyimpan barang ekspor maupun impor, jadi bisa impor dan ekspor di PLB itu sehingga bisa untuk menimbun barang lokal juga. Kalau gudang berikat itu hanya untuk impor, jadi tidak berkembang,” kata Robi Toni.

Lebih lanjut Robi memaparkan PLB ini dibuat untuk industri oil and gas. Dan, lebih dari separuh PLB yang ada saat ini untuk menunjang industri migas dan pertambangan. Dengan adanya PLB, tak perlu lagi menunggu barang impor dari Singapura. Karena sudah ada di PLB. Kegiatan penimbunan barang yang mayoritas saat ini masih di Singapura pun bisa dipindahkan ke dalam negeri dengan harga yang lebih murah. Ini bisa menurunkan biaya penimbunan dan juga biaya transportasi.

Robi juga menegaskan, Presiden Jokowi memrintahkan agar PLB dapat dibangun di setiap provinsi di Indonesia. Saat ini telah terdapat 11 kawasan PLB yang belum lama ini diresmikan oleh Presiden Jokowi. Tahun ini  target PLB bisa ada ke 50 lokasi. (Pam)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY