SHARE
Facebook
Twitter
foto: istimewa

Jakarta, Geoenergi – Pada hari Kamis, 2 Juni2016 di salah satu hotel di kawasan Thamrin,  PT Pertamina (Persero) mengumumkan dimulainya Lomba Logo Hut Pertamina ke-59. Lomba Logo Hut Pertamina ke-59 yang bertemakan  “Energi Untuk Ciptakan Karya Mendunia”,  merupakan  yang pertama kali diselenggarakan oleh Pertamina.  Saat itu , melalui Wianda Pusponegoro, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) mengatakan “Melalui lomba / kompetisi ini  Pertamina mengharapkan menjadi ajang kreasi bagi masyarakat yang memiliki minat dan kemampuan dalam design grafis untuk digunakan oleh Pertamina sebagai icon dan logo HUT ke-59 yang akan diunggah ke beragam platform social media. Diharapkan lomba ini diikuti oleh seluruh anak muda di seluruh propinsi Indonesia.”

Wianda menambahkan bahwa sebagai salah satu langkah untuk memaksimalkan partisipasi anak muda, Pertamina telah menerapkan metode pengumpulan karya lewat unggahan online, dimana para peserta dapat mengirimkan sebanyak banyaknya karya desain grafis mereka melalui system unggahan pada website yang khusus disediakan oleh Pertamina untuk kepentingan lomba Logo ini. Total hadiah yang di sediakan senilai Rp 59 juta. Kategori pemenang Pilihan Netizen dan Kategori Pemenang Pilihan Juri.

Berkaitan dengan ajang lomba tersebut, ada desainer yang boleh dikatakan “protes” dengan hadiah yang diberikan Pertamina terlalu kecil. Uniknya, protes tersebut dilakukan dengan membuat logo angka lima puluh sembilan (59) dan sepertinya sudah dikirimkan ke pihak penyelenggaranya.

Bunyi kalimat yang ada di logo angka lima (5) adalah: “Bikin Logo Gak Segampang Bikin Kacang Goreng Atau Kek Bikin Kontes Logo Ini. Sedangkan kalimat di angka sembilan (9) : “Pertamina  Kan Perusahaan Gede. Tolong Jangan Bercanda. Naikin Nominal Hadiahnya Bisa Kali.”

foto: istimewa
foto: istimewa

Selain “protes” yang disampaikan oleh desainer peserta lomba  logo, Faisal Yusra Presiden Konfederasi SP MIGAS Indonesia (KSPMI) melalui surat terbuka yang diunggah di laman facebooknya, juga meminta dibatalkan publikasi atau iklan komik dari lomba logo HUT Pertamina yang beredar di media massa.

Faisal menilai “Konsep yang menampilkan Cenayang/ Dukun Ramal (Syirik) dan respon coba-coba  yang dilakukan pemuja ajaran Komunis ini berpotensi salah langkah dan citra Pertamina dapat ambruk karena saat ini telah menjadi topik pembahasan di masyarakat.” (Pam)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY