PLTA Kayan Akan Lebih Besar dari PLTA Cirata

PLTA Kayan Akan Lebih Besar dari PLTA Cirata

221
0
SHARE
Facebook
Twitter
Istimewa

Geoenergi – Memenuhi arahan Presiden Joko Widodo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, didampingi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie,pada hari Kamis (16/6),  meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan.

Sekilas informasi PLTA Kayan memiliki potensi 6.080 megawatt (MW) atau enam kali lebih besar daripada kapasitas keluaran PLTA Cirata di Purwakarta, Jawa Barat. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dengan membangun lima bendungan oleh PT Kayan Hydro Energy. PT Kayan adalah pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik terintegrasi/private power utilities (PPU) PLTA Kayan. PPU merupakan usaha penyediaan tenaga listrik terintegrasi.  Kegiatannya mulai dari melakukan pembangunan pembangkit, transmisi, distribusi sampai dengan menyalurkan tenaga listrik kepada konsumen dalam suatu wilayah usaha. Rencana investasi awal sekitar USD1,2 miliar.

Sistem kelistrikan di Kaltara mayoritas ditopang oleh pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan kapasitas terpasang sebesar 69,4 MW, daya mampu sebesar 34,4 MW, serta beban puncak mencapai 32,2 MW. Pada sepanjang 2010-2015, per tahunnya, rerata pertumbuhan ekonomi di Kaltara 8,06%, dengan rerata kebutuhan tenaga listrik 11,06%. Pertumbuhan tertinggi ada di sektor rumah tangga (12,9% per tahun), dan yang terendah adalah sektor industri.

Menurut Menteri Sudirman, bila kapasitas PLTA Kayan telah beroperasi penuh, akan ada penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini untuk menopang PLTD. Kelebihan daya yang dihasilkannya pun dapat menumbuhkan kawasan industri yang akan menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi selain memungkinkan untuk dijual ke negara jirannya, yakni Sabah dan Serawak (Malaysia).

PLTA Kayan menjadi salah satu percontohan penerapan energi bersih dalam skala besar sesuai karakter sumber daya lokal (seperti air, surya, atau angin). “Komitmen Indonesia dalam memanfaatkan energi bersih merupakan sebuah revolusi, oleh karena itu komitmen semua pihak untuk mewujudkannya amat dibutuhkan,” katanya. (Pam)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY