SHARE
Facebook
Twitter
Syamsul Huda, General Manager PLN Disjaya (foto: pam)

Jakarta, geoenergi – Masyarakat Jakarta tak perlu khawatir dengan pasokan daya listrik menjelang Lebaran 1 Syawal 1437 H. Pasalnya, pihak PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) telah memberi jaminan pasokan daya listrik di Jakarta akan stabil.

“Intinya, kami dari PLN Disjaya akan tetap menjaga pasokan daya listrik di seluruh wilayah Jakarta secara optimal, khususnya listrik di saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1437 Hijriah. Namun bukan berarti sebelum atau sesudah hari raya Lebaran, kami tidak menjaga pasokan listrik secara otimal. Kami tetap akan terus memberikan pelayanan yang tergbaik dan maksimal,” kata General Manager PLN Disjaya Syamsul Huda di acara buka puasa bersama wartawan sekaligus peresmian ruang pers di kantor PLN Disjaya, Jakarta, Kamis (30/06).

foto: Pam
foto: Pam

Lebih lanjut Syamsul membeberkan bahwa sitem kelistrikan di Jakarta terbagi dalam 8 subsistem dengan diperkuat 55 gardu induk, 1.649 penyulang, 13.043 gardu distribusi yang mampu melayani sekitar 3.6 juta pelanggan. Disebutkan juga bahwa perkiraan beban puncak pada siang hari saat Lebaran yaitu 1.453 MW dan beban puncak di malam hari 1.971 MW.

Pada hari biasa beban puncak berlangsung pada siang hari karena banyaknya pelanggan bisnis dan industri yang berlangsung di siang hari, sementara pada saat Lebaran bebannya pada malam hari dengan jumlah aktivitas industri pada siang hari yang relatif sedikit. “Mengingat perkiraan beban puncak baik siang maupun malam adalah di bawah beban normal dibanding hari biasa maka pasokan listrik ke wilayah DKI Jakarta Raya dari Sistem Jawa Bali dalam kondisi aman,” ujar Syamsul.

Syamsul juga menegaskan bahwa di hari Lebaran petugas PLN Disjaya tidak merencanakan pekerjaan pembangunan jaringan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jaringan listrik yang mengakibatkan pemadaman listrik. Bahkan petugas PLN disjaya juga siap melayani dan melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan diberlakukannya sistem piket.

Pengendalian dan monitoring aringan listrik juga dilakukan secara real time dengan menggunakan peralatan superisory control dan data acquisition (SCADA) yang merupakan pusat kontrol jaringn distribusi untuk memastikan kelangsungan pasokan listrik ke pelanggan.

Listrik padam bisa saja terjadi dalam keadaan yang tidak terencana seperti bila terjadi gangguan pada sistem jaringan tenaga listrik, kejadian yang tidak terprediksi sebelumnya atau bencana alam. Mengantisipasi percepatan pemulihan terhadap kemungkinan terjadiya gangguan jaringan, PLN Disjaya melakukan siaga penuh pada setiap Posko Pelayanan Teknik di 16b kantor area PLN selama 24 jam sehari 7 hari seminggu. (pam)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY