Saatnya Indonesia Beralih ke Energi Nuklir

Saatnya Indonesia Beralih ke Energi Nuklir

88
0
SHARE
Facebook
Twitter
foto: humas

Jakarta, www.geoenergi.co.id – Seminar Nasional Nuklir Ramah Lingkungan Dalam Pembangunan Nasional, yang diselenggarakan di Hotel Le Meredien Jakarta, beberapa waktu lalu sungguh menarik untuk disimak.

Rinaldy Dalimi dari DEN menjelaskan bahwa Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2016 memposisikan energi nuklir sebagai alternatif terakhir. Ini bisa dimaknai bahwa energi baru dan terbarukan selain nuklir masih menjadi prioritas utama dalam KEN.

Ditambahkan bahwa sebetulnya pemerintah sudah memberi kesempatan sekitar 40 tahun kepada BATAN untuk menyiapkan infra struktur yang terkait dengan pembangunan PLTN. Namun pemerintah masih belum yakin sehingga menempatkan nuklir sebagai alternatif terakhir. Dijelaskan juga bahwa dalam dokumen Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang merupakan implementasi dari KEN masih memberi kesempatan kepada ahli nuklir Nasional untuk lebih menguasai teknologi nuklir menggunakan fasilitas reaktor daya riset dan bekerja sama dengan negara-negara yang maju di bidang nuklir.

Di sisi lain, Efrison Umar pembicara dari BATAN menjelaskan bahwa BATAN sesuai Undang Undang Nomor 10 tentang Keteganukliran memiliki keterbatasan dalam tugas dan kewenangannya. Pada UU tersebut BATAN tidak memiliki kewenangan untuk membangun dan mengoperasikan PLTN komersial, dan secara teknis tugas menetapkan nuklir akan digunakan atau tidak sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Sebagai lembaga riset tugas dan fungsi BATAN adalah melakukan riset dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya manusia Indonesia di bidang nuklir.

Sementara itu, Endroyoko yang mewakili PT. PLN menjelaskan bahwa di masa mendatang energi nuklir mau tidak mau akan digunakan. Dengan cadangan yang semakin sedikit bahan bakar fosil pasti tidak akan bisa lagi diandalkan sebagai pembangkit listrik. Peran tersebut sedikit demi sedikit harus digantikan oleh sumber energi lain yang bersifat dapat diperbarui dan ramah lingkungan. Prinsipnya PLN tidak mempermasalahkan sumber listriknya dihasilkan dari energi apa yang penting kebutuhan listriknya tercukupi sesuai pertumbuhan dan masih ada margin keuntungan untuk kelangsungan bisnisnya. (Pw)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY