PLN Operasikan Gardu Listrik Kiaracondong

0
570
foto: PLN

Bandung, geoenergi.co.id – Keberlangsungan pasokan listrik PLN mulai dari pembangkit hingga ke pelanggan ditopang oleh serangkaian kabel jaringan transmisi dan juga gardu listrik.

Kemampuan kapasitas gardu listrik dalam menampung daya listrik untuk disalurkan ke pelanggan menjadi ukuran kehandalan sistem listrik di suatu area.

Hal ini sangat disadari oleh PLN sebagai penyedia layanan kelistrikan nasional. Beberapa hari lalu PLN berhasil mengoperasikan gardu induk jenis Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kilo Volt Kiaracondong II/Gedebage yang dibangun sejak April 2016 lalu.

Dengan kapasitas total 120 Mega Volt Ampere (2×60 MVA), GIS ini sanggup memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik untuk kota Bandung dan sekitarnya. Utamanya daerah Gedebage, Rancasagatan, Rancabolang, Cisaranten, Derwati, juga termasuk kawasan Summarecon dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Keterbatasan lahan di kota Bandung tidak menjadi hambatan bagi PLN dalam membangun GIS ini. Buktinya cukup dengan luasan lahan 0,6 hektar saja PLN sudah mampu membangun GIS yang memadukan kombinasi gardu listrik indoor dan outdoor.

“Dengan teknologi saat ini, PLN dapat memaksimalkan ketersediaan lahan di kota Bandung. Untuk gardu listrik sejenis konvensional malah memerlukan lahan hingga 2 hektar,” ujar Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin.

Selain itu, menurut Amir GIS ini memiliki kelebihan dalam hal pengamanan yang menggunakan teknologi gas sebagai media isolasi dibanding teknologi konvensional.

“GIS yang baru ini sudah menggunakan gas SF6 sebagai media isolasi pada peralatan yang bertegangan, dimana peralatan-peralatan utamanya berada dalam satu selubung logam tertutup rapat,” jelas Amir.

“Ini berbeda dengan gardu listrik konvensional yang menggunakan media udara sebagai isolasi antar peralatan bertegangan,” pungkas Amir. (pam)

LEAVE A REPLY