Disruption Menghadapi Lawan-lawan Tak Kelihatan dalam Peradaban Uber

0
164
Rhenald Kasali saat memberikan kuliah tamu di Universitas Pertamina.

Jakarta, geoenergi.co.id – Masyarakat kita pada saat ini sedang berada di gelombang ketiga perubahan. Gelombang ketiga ini lebih besar dipengaruhi oleh teknologi informasi, demikian pernyataan yang dilontarkan Rhenald Kasali, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, saat di acara kegiatan kuliah tamu rutin Universitas Pertamina yang mengambil tema “Disruption – Menghadapi Lawan-lawan Tak Kelihatan dalam Peradaban Uber” Senin (12/6).

Lebih lanjut Kasali mengungkapkan bahwa perubahan-perubahan tersebut dipengaruhi oleh teknologi informasi. Gelombang Revolusi pertama terjadi sekitar tahun 1990-an, yang dikenal dengan istilah connectivity. Pada periode ini internet baru muncul.

Gelombang kedua pada awal abad 21, dimana masyarakat mulai berpikir untuk mengisi keterhubungan. Hal itu ditandai dengan munculnya berbagai media sosial. Lalu, gelombang ketiga yang sedang terjadi saat ini, yakni disruption. Keadaan ini memindahkan dunia yang sebenarnya ke dalam dunia yang tidak kelihatan.

Dalam gelombang disruption ini, masyarakat tengah menutup sebuah zaman. Bukan akhir zaman sebagaimana diramalkan oleh banyak orang, melainkan hanya mengakhiri sebuah zaman dan memulai zaman yang baru.

Ini merupakan sebuah zaman yang menjadi tantangan besar bagi para perusahaan incumbent besar bereputasi yang selama ini berdiri kokoh. Kompetitor yang ada saat ini adalah kompetitor yang tak kelihatan. Misalnya perusahaan-perusahaan taksi yang memiliki kompetitor taksi online yang tak memiliki gambaran fisik taksi sebagaimana lazimnya. Begitu juga dengan aplikasi online ojek yang mendisrupsi ojek konvensional.

“Begitu juga dalam sektor energi. Yang tadinya bersumber dari energi fosil, lama-lama bergeser ke Energi Baru Terbarukan (EBT). Energi tersebut mau tidak mau yang akan dipakai untuk dimasa depan nanti,” pungkasnya. (pam)

LEAVE A REPLY