Kiat Membangun Perusahaan Inklusif di Tengah Keragaman*

0
514

geoenergi.co.id – Mari kita memulai dengan pertanyaan yang sederhana: Hal apa yang membuat dunia menjadi istimewa? Mungkin masing-masing dari kita akan memiliki jawaban tersendiri untuk pertanyaan tersebut, dan memang itulah intinya. Kita hidup di dunia yang sangat beragam, tidak ada meragukan hal ini. Jadi, mengapa kita justru terlalu mengutamakan persamaan; mengapa tempat kerja kita tidak mencerminkan keragaman yang ada di sekitar kita; dan mengapa masih banyak masyarakat yang begitu terpaku pada eksklusivitas?

Padahal, banyak riset yang menunjukkan bahwa merangkul perbedaan bisa menjadi kekuatan yang sangat besar. Sebuah laporan McKinsey tentang 366 perusahaan publik menemukan bahwa semakin beragam tim manajemen yang mereka miliki, semakin baik hasil keuangan mereka. Fakta lainnya, yaitu analisis global terhadap 2.400 perusahaan oleh Credit Suisse menemukan bahwa perusahaan dengan setidaknya satu anggota dewan perempuan mampu menikmati pengembalian ekuitas yang lebih tinggi, serta pertumbuhan pendapatan bersih yang lebih pesat dibandingkan perusahaan yang tidak.

Meskipun ada banyak bukti yang mendukung pentingnya Diversity & Inclusion (D&I), apakah D&I benar-benar membutuhkan bukti dari sisi riset bisnis? Bukankah hal itu memang sudah patut untuk diterapkan? Memang, ada paradoks yang masih menghadang kita – di satu sisi kita telah menjadi lebih global dalam pandangan kita, dan lebih terhubung sebagai manusia, sementara di sisi lain, ultra-nasionalisme nampaknya juga semakin meningkat, dan semakin meluas. Tapi, saya percaya bahwa masyarakat, terutama generasi muda, tidak mau tinggal di dunia yang eksklusif. Mereka bercita-cita untuk menciptakan tempat tinggal yang lebih baik, bekerja dimana semua orang merasa setara, sehingga mereka bisa menjadi diri sendiri tanpa ada ketakutan atau keberatan.

Dengan latar belakang riset bisnis seperti tadi, ditambah pertimbangan dari segi etika dan juga konteks geo-politik, apakah semua perusahaan mampu untuk merealisasikan visi D&I mereka? Sayangnya, tidak juga. Walaupun dewasa ini minat terhadap D&I semakin besar, dan momentumnya pun dinilai tepat, penerapannya masih terbilang lambat dan sulit. Contohnya, jumlah pemimpin perempuan ataupun pemimpin yang berasal dari golongan minoritas ternyata masih rendah. Dalam survei global diversity and inclusion yang dilakukan oleh PricewaterhouseCoopers secara global menunjukkan bahwa meskipun 87% dari responden mengungkapkan komitmen yang kuat terhadap D&I, hampir separuhnya mengatakan bahwa D&I masih menjadi ganjalan yang serius dalam pengembangan jenjang karir di perusahaan mereka.

Apakah kini saatnya untuk melihat D&I dari kacamata yang berbeda? Saya rasa demikian, dan perubahan besar yang pertama adalah: kita tidak bisa melihat keragaman tanpa mempertimbangkan inklusi. Keragaman mungkin dapat terlihat melalui representasi, namun lebih jauh lagi, inklusi ditandai dengan penerimaan dalam tim yang beragam, yang nantinya akan menciptakan ruang untuk saling menghormati dan berbagi banyak perspektif. Intinya, keragaman tidak ada artinya tanpa inklusi. Tanpa rasa urgensi yang lebih besar dalam membuat perubahan ini, saya khawatir kita harus menunggu hingga generasi penerus sampai transformasi ini akhirnya berhasil dilakukan.

Saya yakin bahwa perusahaan global harus menjadi panutan yang jelas, serta ikut mendukung perubahan di tengah masyarakat. Sangat penting untuk terlibat di dalam “perdebatan” ini dengan berbagi pengalaman, sambil terus belajar dari pihak-pihak lain.

Di Schneider Electric, kami memang belum sempurna, tapi komitmen kami terhadap D&I begitu besar, seiring dengan ambisi kami menuju masa depan yang berkelanjutan.

Komitmen Schneider Electric Terhadap D&I
Schneider Electric percaya bahwa “Akses terhadap energi adalah hak asasi manusia” – aspirasi kami adalah memperbaiki kehidupan masyarakat di manapun di dunia dengan mengembangkan solusi energi berkelanjutan bagi seluruh pelanggan kami. Keyakinan ini juga meluas ke filosofi D&I kami. Ambisi kami adalah menawarkan kesempatan yang sama kepada semua orang di mana saja, dan kami menginginkan karyawan kami – tidak peduli siapa mereka, atau di mana mereka tinggal – merasa dihargai secara unik, sehingga mereka merasa aman untuk memberikan kontribusi terbaik mereka. Bagi kami, keragaman dan lingkungan kerja yang inklusif menghasilkan keterlibatan, kinerja, dan inovasi yang lebih tinggi.

Model Bisnis Multi-Hub

Kami ingin semua orang di Perusahaan ini, dimanapun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, terlepas dari kewarganegaraan ataupun lokasi mereka tinggal. Untuk merealisasikan ambisi ini, kami bertransisi dari model one-headquarter ke model multi-hub, dan membagi posisi-posisi penting ke banyak hub untuk membangun struktur kepemimpinan yang mengglobal. Kami menyadari bahwa banyak personil yang memiliki keterbatasan untuk selalu bekerja secara mobile, jadi alih-alih meminta mereka untuk melakukan relokasi, kami menciptakan kesempatan kerja lebih dekat dengan mereka. Beberapa tahun lalu, banyak posisi global terkonsentrasi di kantor pusat kami di negara-negara Eropa, namun saat ini keadaannya sudah jauh berbeda. Model baru ini terbukti menjadi langkah jitu bagi Perusahaan dan juga karyawan kami. Di seluruh dunia, mereka kini memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang; tim-tim yang diberdayakan secara lokal kini siap melayani konsumen kami; dan kini keragaman secara kewarganegaraan juga sangat terlihat di dalam Schneider Electric. Kami terus melakukan upaya berkelanjutan menuju penyebaran posisi global secara setara di seluruh wilayah Eropa, Amerika, dan Asia Pasifik.

Keragaman Dalam Hal Kepemimpinan

Kami ingin kepemimpinan kami mencerminkan jejak bisnis kami, juga keragaman komunitas tempat kami beroperasi. Untuk memastikan bahwa kepemimpinan kami mencerminkan komunitas global tempat kami beroperasi, prioritasnya adalah memiliki keragaman dalam hal jenis kelamin, kebangsaan, dan usia. Dengan secara aktif mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif untuk semua orang (dari segi praktik dan perilaku); mengidentifikasi dan menumbuhkan pemimpin dari ekonomi baru; dan memberikan kesempatan bagi lima generasi untuk bekerja berdampingan, maka semua orang di Schneider Electric mampu melihat jalan mereka untuk terus tumbuh dan meraih sukses.

Praktek dan Kebijakan yang Inklusif

Keragaman adalah hal yang menantang karena memperlihatkan hal-hal yang membuat kita semua unik. Agar berhasil, kita harus mendorongnya melalui kebijakan dan praktik yang mendukung. Kebijakan merupakan simbol budaya, jadi D&I kini telah terprogram dalam kebijakan dan praktik yang kami terapkan. Misalnya, kebijakan Global Family Leave yang baru diluncurkan tahun 2017. Kebijakan ini memungkinkan setiap orang untuk mengelola kehidupan dan pekerjaan mereka dengan menyediakan waktu istirahat untuk momen-momen yang paling penting.

Contoh lainnya adalah proses ekuitas gaji untuk membangun kesetaraan jender di tempat kerja. Selangkah lebih maju, sebuah komitmen telah dilakukan di dalam barometer Planet and Society kami untuk menerapkan kebijakan Global Family Leave di seluruh dunia, serta ekuitas gaji. Kinerja yang melawan barometer ini merupakan salah satu komponen untuk menentukan kompensasi di tingkat eksekutif. Dengan memberlakukan dan memperkuat kebijakan seperti ini, kami berharap dapat mewujudkan rasa memiliki untuk semua karyawan Schneider Electric.

Perilaku yang Inklusif

Untuk memimpin di lingkungan yang beragam, para pemimpin kami harus menyadari bias yang mereka miliki sendiri, dan bertanggung jawab untuk membangun tim yang inklusif. Lingkungan D&I harus tersebar di seluruh Perusahaan. Tahun 2017, edukasi mengenai bias yang tersembunyi (hidden bias) telah diberikan kepada seluruh jajaran pimpinan teratas, sebagai contoh bagi perubahan yang kami ingin capai. Edukasi ini akan terus kami lanjutkan ke level manajer di tahun ini. Namun, pelatihan saja tidak akan mampu membentuk budaya yang inklusif, dan praktik mandiri untuk berperilaku sesuai dengan prinsip D&I harus terus dilakukan, diberikan penghargaan, dan diakui untuk mendapatkan hasil yang berkelanjutan.

D&I Adalah Sebuah Proses yang Berkelanjutan

Keragaman tanpa inklusi dapat mengarah ke kekacauan dan ketidakefektifan. Namun, banyak hal positif yang bisa didapatkan oleh Perusahaan yang terus berusaha merealisasikan lingkungan yang inklusif. Di lingkungan bisnis yang semakin kompleks, mencari cara untuk melebur keragaman dalam pikiran dan ide akan membuat sebuah perusahaan menjadi lebih “manusiawi”, kompetitif dan menyenangkan – situasi seperti inilah yang diperlukan untuk mencapai keberlanjutan.
Di Schneider Electric, Diversity & Inclusion adalah ciri khas dan faktor pembeda yang menentukan masa depan kami, dan oleh karena itulah karyawan-karyawan hebat yang bekerja untuk kami telah mampu membuat perusahaan ini menjadi hebat pula.

*Penulis: Olivier Blum, Chief Human Resources Officer and Executive Vice-President of Global Human Resources at Schneider Electric

LEAVE A REPLY