Selamatkan Kinerja Pertamina, Segera Ganti Dwi Sutjipto*

0
469
foto: pam

Belakangan kinerja Pertamina kami perhatikan agak terganggu. Adanya perubahan struktur management Pertamina yang dilakukan oleh pemegang saham semestinya menambah akselerasi dan menambah perbaikan kinerja Pertamina. Kami melihat bahwa beberapa bahkan mayoritas dari jumlah direksi sudah menunjukkan akselerasi kinerja. Yang disayangkan sekarang adalah posisi Direktur Utama yaitu Dwi Sutjipto yang justru tidak dapat menunjukkan perbaikan kinerja dan tidak menunjukkan akselerasi kerja yang lebih baik. Ini menjadi masalah karena akan menghambat kinerja Pertamina.

Kami melihat bahwa Direktur Utama Dwi sutjipto ini bermasalah dengan tim kerjanya yaitu jajaran direksi yang lain. Dwi sebagai Direktur Utama mestinya bisa memimpin tim kerja yang hebat karena sekarang jajaran direksi Pertamina diduduki oleh orang-orang yang tepat dan berkinerja baik. Justru posisi Dwi Sutjipto yang tidak mampu memanage tim kerja dan diyakini akan menjadi hambatan bagi akselerasi Pertamina dalam menghadapi persaingan global kedepan.

EWI juga mencermati perilaku Dwi Sutjipto sebagai Direktur Utama terlalu mengedepankan pribadinya. Dwi layak disebut Mr One Man Show karena patut diduga sering mengambil keputusan tanpa melibatkan jajaran Direksi yang lain. Dwi mungkin lupa atau tidak paham bahwa Pertamina itu adalah perusahaan milik negara dan bukan perusahaan milik pribadi.Bahkan terhadap promosi sumber daya manusia di Pertamina, Dwi menerapkan kriteria yang tidak sesuai aturan, masih menggunakan kriteria suka atau tidak suka. Ini kami dengar sendiri dari beberapa karyawan Pertamina.

Untuk menghindari semakin memburuknya kinerja Pertamina kedepan, maka kami mengusulkan kepada Pemerintah sebagai pemegang saham agar segera melaksanakan RUPS dan mengganti Dwi Sutjipto sebagai dirut. Dwi tidak layak dipertahankan jika melihat performa kinerja dan terlalu sarat dengan kepentingan pribadi. Pertamina perusahaan negara yang harus dikelola dengan cermat, cekatan, akselerasi tepat dan tim kerja yang handal.

Kami berharap kepada ibu Menteri BUMN agar segera mengambil langkah konkret terhadap posisi Dwi Sutjipto. Ibu Rini tidak boleh membiarkan ketidak solidan jajaran direksi Pertamina berlarut-larut. Kinerja Dwi sangat buruk selama di Pertamina. Salah satu contoh terbaru adalah nasib kilang-kilang minyak kita yang ternyata tidak dirawat selama ini, hingga berpotensi merugikan Pertamina hampir 1 Trilliun rupiah. Ini kelalaian Dirut Dwi Sutjipto bersama Direktur Pengolahan waktu itu Hendardi. Kita berharap Direktur Pengolahan yang baru Pak Toharso bisa segera mengatasi masalah-masalah yang dihadapi kilang-kilang minyak kita supaya tidak mengganggu pasokan sesuain kebutuhan nasional.

Sekali lagi kami sampaikan, agar penerintah segera mengganti Dirut Pertamina Dwi Sutjipto demi kesuksesan Pertamina kedepan mengemban amanat negara.*

Jakarta, 25 Januari 2017
*Ferdinand Hutahaean – Direktur Eksekutif, Energy Watch Indonesia

LEAVE A REPLY