IBEA 2016 Kukuhkan Pemenang

0
1112

Jakarta, geoenergi.co.id – Indonesia Best Electricity Award (IBEA) dengan mengusung tema “Memacu Kemandirian Industri Ketenagalistrikan” di Bhirawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta digelar 13 – 14 Oktober 2016, akhirnya memasuki babak akhir.

Sebagai informasi, dalam menjaring kepersertaan event ini Listrik Indonesia telah mengundang 500 lebih perusahaan kelistrikan dan yang mengembalikan form pendaftaran sebanyak 115 perusahaan. Setelah Dewan Juri menelisik data yang masuk, baik dari lamanya perusahaan itu beroperasi, jumlah SDM yang terlibat, proyek yang dikerjakan dan kontribusi terhadap sektor ketenagalistrikan, terpilih 50 perusahaan yang akan diseleksi lagi sehingga mengerucut menjadi 25 perusahaan wakil dari masing-masing kategori. Kemudian mengerucut lagi menjadi 5 perusahaan per kategori (TOP 5).

Hasil seleksi yang dilakukan akhirnya terpilih TOP 5 perusahaan kelistrikan dan energi yang terbaik di kategorinya masing-masing, yaitu The Best IPP Company, The Best O&M Company, The Best EPC Company, The Best Electrical Company dan The Best Enironmentally Concered Company dan Local Content Electrical Company.

Tumiran, anggota Dewan Energ Nasional (DEN). foto: Pam
Tumiran, anggota Dewan Energ Nasional (DEN). foto: Pam

“Ajang IBEA diselenggarakan oleh Listrik Indonesia dalam rangka mendukung mewujudkan program 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah dengan mendorong perusahaan di bidang industri ketenagalistrikan nasional berkomitmen dan secara berkesinambungan memperkuat struktur industri ketenagalistrikan untuk menuju kepada kemandirian energi, “papar Ario Subijoko, ketua Penyelenggara IBEA 2016.

Sementara itu, Menurut Tumiran, anggota Dewan Energ Nasional (DEN), program ini sekaligus harus menjadi salah satu upaya kontrol sosial untuk meningkatkan kualitas berbagai bidang yang terkait industri ketenagalistrikan. Sedangkan menurut Said Didu, salah satu dewan juri, Dewan juri sepakat, perusahaan yang terpilih dan dikatakan terbaik sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

PLN diharapkan memberikan endorsement pada perusahaan IPP yang mendukung program 35 ribu Mw tepat waktu. “IPP wajib mempunyai kualitas yang bagus, ketepatan waktu, sertra menggunakan SDM dan komponen lokal,” imbuh Didu.

PT PLN sendiri pun terus melakukan pembenahan agar peran strategis dalam peningkatan pertumbuhan industri nasional dapat tercapai. Bahkan pemerointah sudah mematok target 40% TKDN pada sektor kelistrikan. Karena itu diharapkan industri lokal diharapkan mampu menyiapkan diri agar mampu berkompetisi dalam menghadapi era MEA. (Pam)

LEAVE A REPLY