Kota Semarang Siap Dukung Plastik Ramah Lingkungan BATAN

0
417

Semarang, geoenergi.co.id – Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi menyebutkan pihaknya siap mendukung program plastik ramah lingkungan hasil riset BATAN, menurutnya sampah plastik masih menjadi permasalahan besar di Indonesia, solusinya adalah memanfaatkan plastik biodegradable yang dapat terurai, hal ini disampaikannya pasca penandatanganan MoU BATAN dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam pemanfaatan aplikasi iptek nuklir di Kantor Walikota Semarang.

Lebih lanjut menurutnya riset plastik ramah lingkungan adalah sebuah terobosan untuk mengatasi masalah sampah plastik di lingkungan. Pihaknya juga siap mendukung program sosialisasi plastik ramah lingkungan di Pasar Rasamala Kota Semarang, beberapa hari lalu.

Selain plastik, Hendi berharap dapat memanfaatkan hasil litbang BATAN lainnya seperti aplikasi pada makanan iradiasi, “Umumnya oleh-oleh Semarang ini seperti bandeng presto, tahu isi, dan lumpia maksimal hanya tahan 3 hari, siapa tahu dengan adanya kerjasama dengan BATAN bisa tahan lebih lama” demikian ungkapnya.

Penandatangan MoU antara BATAN dan Pemkot Semarang ini diprakarsai oleh BATAN dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkot Semarang, tidak hanya terbatas di bidang plastik ramah lingkungan, kedepan kerjasama dengan BATAN diharapkan memiliki cakupan wilayah yang lebih luas.

Sementara itu Sekertaris Utama BATAN Falconi Margono menyampaikan plastik ramah lingkungan BATAN ini salah satunya berasal dari limbah tapioka, BATAN akan membagikan 1000 kantong plastik di pasar rasamala sebagai uji coba. Ia juga mengungkap pihaknya juga siap bekerjasama dengan industri plastik apabila memang Semarang mau menerima dan memanfaatkan plastik ramah lingkungan hasil litbang BATAN.

Di sisi lain Falconi juga mengundang walikota dan jajarannya untuk dapat mengunjungi Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN yang melaksanakan riset plastik dan aplikasi radiasi lainnya, Ia juga mengundang untuk melihat reaktor nuklir secara langsung dan memahami manfaat-manfaat iptek nuklir lainnya. “Reaktor nuklir itu tidak menyeramkan dan berbahaya, bahkan ruangannya mungkin bisa disamakan dengan hotel bintang lima, kebersihan dan pemeliharaannya” demikian menurutnya.

LEAVE A REPLY