Jonan: Rasio Elektrifikasi Tahun 2017 Capai 94,91%

0
110
foto. Humas PLN

Denpasar, geoenergi.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan berpesan tiga hal penting kepada peserta The Journal of Contemporary Accounting and Economics (JCAE) 2018. Tiga hal tersebut berkaitan dengan profesi seorang akuntan, yaitu membantu tugas Pemerintah, efisiensi harga, dan pemerataan dengan keterjangkauan.

“Ada tiga hal penting yang saya tekankan terkait profesi anda, yaitu meringankan tugas Pemerintah, efisiensi harga dan pemerataan dengan keterjangkauan,” ujar Jonan di acara JCAE 2018, Kamis (11/1). 

Tiga hal tersebut juga diimplementasikan Jonan selama hampir dua tahun menata sektor ESDM. Jonan terus menciptakan Pemerintahan yang bersih dengan menerapkan inovasi kebijakan teknologi. “Ini misi besar. Saya harap Anda mendukung inisiatif penerapan teknologi,” harapnya. 

Mengenai efisiensi, Jonan menjelaskan hal tersebut menjadi kunci utama perekonomian global. “Ekonomi global ke depan bukan hanya mengenai ekspansi pasar, bukan pula mengenai penciptaan teknologi baru, tapi soal efisiensi,” jelas Jonan. 

Salah satu penerapan efisensi harga di sektor energi adalah pengerjaan proyek Lapangan Jangkrik. Jonan mencontohkan proses penyelesaian proyek tersebut 6 bulan lebih cepat dari target yang ditetapkan dan memangkas 10% dari total investasi sebesar 4,3 miliar dolar AS. 

Sementara, pemerataan dibuktikan dengan meningkatnya rasio elektrifikasi pada tahun 2017 yang mencapai 94,91%. “Ini adalah tanggung jawab saya untuk memperkecil Rasio Gini nasional melalui percepatan elektrifikasi, meningkatkan rasio elektrifikasi dan mendorong keterjangkauan harga,” tegasnya. 

JCAE merupakan simposium tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga bekerja sama dengan The Hongkong Polytechnic University, Deakin University dan University Technology Sydney yang dihadiri oleh para ilmuwan ekonomi di bidang akuntansi.

Penyelenggaraan JCAE di Provinsi Bali menunjukkan bahwa kondisi Bali aman. Pada kesempatan tersebut, Jonan menyatakan kondisi Gunung Agung saat ini menjadi alasan kehadirannya di acara tersebut. “Salah satu alasan saya hadir di sini adalah karena saya bertanggung jawab terhadap semua aktivitas vulkanologi di Indonesia. Kondisi Gunung Agung membaik. Anda tidak perlu khawatir,” jelas Jonan. 

Hal ini diungkapkan Jonan setelah Rabu (10/1) malam kemarin terjun langsung untuk berdiskusi dengan para pengamat gunungapi dan ahli vulkanologi di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem. “Saya pikir (tempat) ini masih jauh, sekitar 45 kilo meter (km) dari puncak Gunung Agung dari zona perkiraan bahaya 6 km. Apabila benar terjadi erupsi besar, kita masih aman,” jelas Jonan. (Pam)

LEAVE A REPLY